Monday, January 29, 2007

pulangnya jam segini aja

pukul 8 pagi lewat..
ummi : "ummi ke kantor dulu ya mas"
abrar : "ummi nggak usah berangkat, di rumah aja"
ummi : "ummi harus ke kantor, ada pekerjaan yang harus ummi selesaikan, insya Allah siang nanti ummi pulang ya"
abrar : "jam berapa"
ummi : "jam dua belas, insya allah"
abrar : "ummi, tolong turunin jamnya ya, mas mau lihat"
ummi : nurunin jam, langsung diminta sama abrar
abrar : muter jam jadi jam sepuluh, "ummi pulangnya jangan jam dua belas, jam segini aja ya"
ummi : bengong....

Thursday, January 25, 2007

Petaka Sodom dan Gomora

Innalilahi, mengerikan sekali...
Untungnya keluarga kami nggak begitu suka nugget, sosis, dsb nya...

Diambil dari www.kompas.com - Jumat, 19 Januari 2007

Petaka Sodom dan Gomora
F Rahardi

Flu burung (avian influenza, AI) tiba-tiba menjadi hantu yang sama menakutkan dengan AIDS. Inilah kutukan dari Sodom dan Gomora modern.
Agroindustri unggas modern sebenarnya telah menentang alam, sekaligus menantang hukum Allah. Itulah yang harus diubah, bukan hanya sekadar restrukturisasi menyangkut pembagian kapling.
Flu sebenarnya merupakan penyakit lama. Ada tiga tipe virus influenza: tipe A yang bisa menyerang hewan maupun manusia dan tipe B serta C yang hanya bisa menyerang manusia. Virus tipe A masih terdiri atas beberapa subtipe, yakni H (1-15) dan N (1-9). AI sendiri sudah terdeteksi sejak 1978 di Italia, tetapi AI subtipe baru dengan virus H5N1 pertama kali terdeteksi di Hongkong tahun 1997. Sejak itu, flu burung menjadi mirip AIDS, menimbulkan gejolak atas bisnis perunggasan, sekaligus mengancam hidup manusia.
Ketika AI menyerang unggas, virus ini belum menjadi wabah yang mendunia. Agroindustri perunggasan lalu menjadi massal dan mendunia, dengan benih (DOC/DOD), pakan, hormon pertumbuhan, antibiotik, dan obat-obatan dalam dosis tinggi secara intensif. Inilah pemicu utama terciptanya virus subtipe baru. Terlebih setelah agroindustri peternakan hanya mementingkan keuntungan, tanpa memikirkan dampak negatif yang ditimbulkan.
Wabah sapi gila di Inggris juga kutukan. Virus penyakit gila ini sebenarnya hanya berjangkit pada domba, dan tidak pernah menjadi wabah. Namun, agroindustri peternakan di Inggris terlalu rakus. Limbah dari rumah potong hewan, terutama tulang-tulang—terdiri tulang domba, kambing, sapi, babi, dan ternak lain—digiling dan dicampurkan ke konsentrat. Tujuannya adalah efisiensi. Dampaknya, terjadi degradasi genetik dan penularan penyakit. Penyakit gila yang sebelumnya hanya menyerang domba berjangkit pula ke sapi.
"Nuggets" dan sosis tulang
Pada agroindustri perunggasan, terutama ayam petelur, yang akan dipelihara hanyalah DOC betina. DOC jantan harus dibuang. Jika DOC jantan diberikan kepada ikan, dampak negatifnya hampir tidak ada. Namun sekali lagi demi efisiensi, DOC jantan langsung dimasukkan ke penggilingan dan dicampurkan ke pakan. "Kanibalisme" inilah antara lain yang telah mengakibatkan degradasi genetik, sekaligus ikut berperan memicu terciptanya virus AI subtipe baru.
Namun itu semua belum terlalu mengerikan. Kini, tampaknya konsumen kurang jeli melihat (atau tidak menduga) sosis (sapi dan ayam), nuggets (ayam), dan kornet (sapi), yang dikonsumsi, sebenarnya bukan dari daging, tetapi limbah tulang-belulang. Limbah rumah pemotongan hewan dan rumah pemotongan ayam selalu menghasilkan limbah berupa tulang keras, tulang rawan, sumsum, urat, dan sedikit daging yang masih melekat. Tulang kerasnya dipisahkan dan disebut MBM atau meat and bone meal. Ini merupakan bahan campuran industri pakan ternak, termasuk unggas.
Tulang rawan, urat, sumsum, dan daging disebut meat and debone meal (MDM). Produk inilah yang semula menjadi bahan campuran industri sosis, kornet, dan nuggets. Kini, MDM menjadi bahan utama makanan pabrik itu. Terlebih dalam sosis ayam. Yang dimaksud MDM unggas sebenarnya semua limbah ayam digiling, sebab sekeras apa pun tulang ayam masih amat lunak untuk menjadi sosis dan nuggets. Kita tidak pernah diberi tahu oleh Asosiasi Produsen Makanan Olahan Daging (National Association Meat Producer = NAMPA), berapa persen sebenarnya kandungan MDM pada tiap sosis dan nuggets. Jangan-jangan sudah 100 persen.
Pola industri ternak seperti ini sebenarnya sudah melawan hukum alam, sekaligus hukum Allah. Sapi dan domba aslinya herbivora. Dalam industri modern mereka dipaksa menjadi karnivora, bahkan kanibal. Unggas makan biji-bijian dan kadang serangga serta cacing. Tetapi mereka tidak pernah kanibal. Bahkan elang dan gagak yang karnivora pun tidak pernah kanibal. Tetapi manusia telah memaksa ayam dan itik menjadi kanibal. Bahkan DOC, anak ayam yang baru menetas pun, harus kembali digiling untuk dimakan oleh induk-induk mereka. Ini sudah lebih sadis dibanding kisah Sodom dan Gomora.
Limbah dari AS
Rakyat AS relatif cerdas dalam melihat "penyimpangan" atas hukum alam ini. Selain cerdas, mereka kaya. Itu sebabnya mereka tidak menyantap bagian lain dari ayam, kecuali daging dada. Kulit, daging paha, daging sayap, hati, ampela, tabu disantap. Apalagi kepala, leher, pantat, dan ceker. Semua itu harus dibuang. Lembaga konsumen AS juga ketat hingga limbah itu tidak bisa digiling begitu saja dan dijadikan pakan. Kasus sapi gila di Inggris membuat rakyat AS lebih waspada.
Ke manakah limbah yang masih layak makan itu dibuang? Tentu ke negara yang penduduknya banyak dan ekonominya lemah. Sasaran utama membuang paha dan sayap ayam adalah RRC, India, dan Indonesia. MDM hasil penggilingan limbah unggas juga dibuang ke negara berkembang dan negara miskin. Untuk sarana pembuangan, kota-kota besar di negara berkembang siap dengan restoran cepat saji dan pasar swalayan. Saat memungut sosis ayam dan nuggets, ibu-ibu pasti tak pernah membayangkan, bahan utama produk itu bukan daging, tetapi limbah.
Sebenarnya pemerintah harus mulai memperkuat agroindustri perunggasan tradisional peternakan itik sebagai penyeimbang. Kelembagaan peternakan rakyat ini sebenarnya sudah amat kuat. Hanya alokasi modal dan fasilitas lain tidak pernah tertuju ke mereka, sebab mereka bukan pengusaha yang punya kapling dalam Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia (Gappi). Jika para peternak itik yang sudah massal pun tak tersentuh perhatian pemerintah, ayam kampung lebih tak terperhatikan lagi. Rakyat memang harus tabah dalam menerima petaka Sodom dan Gomora modern berupa wabah flu burung.

F Rahardi Wartawan; Penyair

Wednesday, January 24, 2007

kisah sedih hape-ku

sebenernya, aku males nulisin ini
soalnya sangat ngisin-isini alias memalukan dan konyol :d
tapi atas permintaan dek vivink akhirnya kutulis juga deh...

cerita berawal di jumat pagi...sebelum berangkat ke kantor, aku kebingungan nyari hape
padahal selama ini aku selalu open sama barang-barangku (bukan open= buka, tapi open bhs jawa yang artinya perhatian, teliti, cmiiw)
setelah semua sudut diubek-ubek, abi inisiatip nelpon, siapa tau kedengeran bunyinya
sudah rahasia umum kalo abrar itu suka iseng, suka nyembunyiin barang-barang penting, eg. hape, kunci mobil, kunci motor, dll (pinter ya, kok ya barang2 kaya gitu yg disembunyiin, kan bisa bikin seisi rumah kelimpungan nyariin)
tapi ternyata, hapenya mati
jadi kaget dong, karena seingetku baterenya masih full

trus diinget-inget lagi, sejak bangun tidur aku belum pegang hape (selain matiin alarm)
akhirnya kepikiran, jangan2 hapenya ada di dalem gulungan seprei kotor
paginya memang aku sempet nggulung seprei n sarung bantal guling buat dicuci
"jangan-jangan di dalem seprei..." kataku
"waduh mbak, udah aku masukin mesin cuci?" kata dede
"apaaaaa ?????"

akhirnya kita berempat lari ke belakang (aku, abi, dede, n abrar)
mesin cuci langsung dimatiin
dan kita berempat jongkok di depan mesin cuci nungguin pintunya bisa dibuka sambil tegang dan berharap-harap cemas
kalo bener hapenya ada di dalam sana, pasti udah nggak ada lagi harapan
soalnya dede nyalain mesin cucinya udah hampir setengah jam yang lalu
setelah bisa dibuka, ternyata oh ternyata
hape-ku bener-bener ada disana, whuaaaaa :((

begitulah ceritanya...
alhamdulillah simcardnya masih bisa dipakai jadi sebagian besar isi phonebook masih terselamatkan...
tapi.... hapenya nggak bisa dinyalain lagi dan sudah bbrp bulan aku nggak ngopi phonebook dari hape ke simcard (defaultnya disimpen ke hape), jadi bbrp contact-ku hilang

jadi, selama hampir seminggu ini, aku nggak punya hape, sampai waktu yang belum bisa ditentukan
kalau ada yang meneleponku dan mailbox, itulah penyebabnya........ :((

dek vink, sudah puaskah dirimu ?
akhirnya kutulis juga kisah memalukan ini....

Friday, January 19, 2007

Selamat Tahun Baru 1728 H


inilah taun baru kita yang sesungguhnya..
saatnya kita mengintrospeksi semua kesalahan dan kekurangan di tahun yang lalu
serta berusaha memperbaikinya dengan sepenuh hati
untuk menyambut tahun mendatang dengan ilmu, iman, amal ibadah yang jauh lebih baik
semoga Allah meridhoi kita
selamat tahun baru 1428 hijriah....

~~doa akhir tahun hijriah~~

Artinya : Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad , keluarga dan sahabatnya. Yaa Allah, apa yang telah aku perbuat sepanjang tahun ini berupa perbuatan-perbuatan yang Engkau larang, sedangkan aku belum bertaubat, dan Engkau tidak meridhoinya dan tidak melupakannya, dan engkau telah menyayangiku setelah Engkau berkuasa untuk menyiksaku, Dan Engkau menyeruku untuk bertaubat setelah aku berbuat ma'siyat kepada-Mu., karena itu aku memohon ampun kepada-Mu. Maka ampunilah aku dengan anugerah-Mu. Dan apa yang telah aku kerjakan tahun ini berupa perbuatan yang Engkau ridloi dan Engkau janjikan pahala atasnya, aku mohon kepada-Mu Yaa Allah, Dzat Yang Maha Mulia, Yang MemilikI keagungan dan karunia, agar Engkau menerima amalku itu, dan jangan Engkau putuskan harapanku pada-Mu, Yaa Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah. Semoga sholawat dan salam tetap terlimpah untuk Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Amin

~~doa awal tahun hijriah~~

Artinya : Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Yaa Allah, Engkau adalah Dzat Yang Kekal, Dahulu dan Awal. Hanya dengan anugerah dan kemurahan-Mu yang agung, telah datang tahun baru. Di tahun baru ini kami memohon pemeliharaan-Mu dari Syetan, kekasihnya dan tentaranya, dan kami mohon pertolongan-Mu atas hawa nafsu yang mengajak kepada kejelekan, dan kami mohon kesibukan dengan perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada-Mu, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan karunia. Shalawat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Amin

nb. jadi inget imel seorang rekan pagi ini, sebagai ucapan selamat ulang taun kepada seorang rekan yang lain, beliau menuliskan :

Birthday is essentially just a reminder for us, that our journey is almost end
And the essence of that is how to make the end to be better than the beginning
And above of all to best of our completed journey

kita harus senantiasa ingat....apa tujuan Allah menghidupkan kita di dunia ini ??

Membunuh Ayam dengan Listrik

Republika: Jumat, 12 Januari 2007

Membunuh Ayam dengan Listrik

Awalnya kami ingin melihat kehalalan asam amino sistein yang berasal dari bulu unggas. Ternyata informasi yang kami dapatkan sungguh mengagetkan.

Beruntung kami berkesempatan mengunjungi kota Ningbo di Cina yang indah dengan perpaduan pantai dan bukit-bukit hijau. Di kota yang tidak terlalu jauh dari Shanghai (sekitar 3 jam perjalanan darat) itu terdapat banyak industri baru yang menghasilkan berbagai produk.
Salah satunya adalah Ningbo Haide Amino Acid Industry Co Ltd, yang memproduksi asam amino.

Perusahaan itu menghasilkan asam amino arginin yang diproduksi dari biji jagung. Suatu proses produksi yang relatif baru, karena biasanya arginin diproduksi dari proses fermentasi. Perusahaan tersebut ternyata juga memiliki asam amino lain di pabrik yang berbeda, yaitu asam amino sistein. Selama ini sistein memang sulit mendapatkan sertifikat halal karena kebanyakan berasal dari rambut manusia dan bulu unggas. Ada beberapa sistein halal yang diproduksi secara mikrobial, tetapi dengan harga yang lebih tinggi.

Sebagai sebuah referensi dan untuk mengetahui sejauh mana proses penggunaan bulu unggas sebag ai bahan pembuatan sistein, kami menelusurinya melalui May Yu, salah seorang managernya, yang sudah cukup berpengalaman dalam produksi asam amino. Dari dia kami mencoba menelusuri, apakah ayam atau unggas yang bulunya digunakan sebagai bahan baku sistein tersebut halal atau tidak. Ataukah bulu tersebut diambil pada saat ayam tersebut masih hidup, seperti proses pengambilan bulu pada pembuatan shuttlecock (bola untuk berbain badminton)?

Ternyata pemasok bulu unggas yang dipakai industri sistein tersebut terintegrasi dengan industri ayam yang juga mensuplai kebutuhan restoran cepat saji. Artinya daging ayam tersebut dijual ke restoran cepat saji, sedangkan bulunya dipisahkan untuk dijual ke pabrik sistein. Anehnya, ketika ditanyakan mengenai proses penyembelihan hewan tersebut May Yu justru tertawa. Entah apa maksud tertawanya, karena ia juga berkomunikasi dalam bahasa Mandarin yang tidak kami ketahui. Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Ingris oleh salah seorang penerjemah, ia mengatakan bahwa aneh, mengapa ayam harus disembelih. Menurut dia, selama ini ayam-ayam tersebut dibunuh dengan cara disetrum listrik.

Ayam hidup itu digantung dan dijalankan pada suatu ruangan yang mengandung listrik dengan tegangan tertentu hingga mati. Setelah mati, hewan tersebut dimasukkan ke dalam air panas (dalam keadaan masih utuh), kemudian dicabut bulunya secara otomatis menggunakan mesin pencanut bulu. Bulu itulah yang kemudian digunakan sebagai bahan baku sistein.

Setelah bersih dari bulu, barulah ia dibuka dan dikeluarkan isi perutnya, serta dibersihkan dari kepala dan kaki. Daging ayam itu selanjutnya dipotong-potong sesuai dengan kebutuhan.

Bagi mereka proses penyembelihan unggas sangat tidak efisien dan tidak produktif. Kalau dalam sehari mereka membunuh 50 ribu ekor ayam, mereka tidak bisa membayangkan bagaimana proses penyembelihan yang dilakukan seekor demi seekor itu bisa berlangsung. Selain itu, masih menurut mereka, proses itu juga akan mengeluarkan sebagian besar darah yang justru diyakini mempengaruhi rasa daging ayamnya. Daging ayam yang sudah dipotong-potong itu kemudian didistribusikan ke toko-toko dan pasar. Termasuk juga ke restoran-restoran cepat saji. Itulah sebabnya ayam di restoran-restoran di negeri Cina biasanya berwarna kemerahan karena darahnya tidak keluar. Darah itu diyakini para konsumennya bisa meningkatkan cita rasa.

Selama ini kita sering berdebat mengenai kehalalan sembelihan ahli kitab ketika makan ayam di luar negeri. Karena dianggap ahli kitab, maka sebagian orang masih tidak mempermasalahkan ayam atau daging sapi yang dijual di negeri non muslim. Tetapi apa yang terjadi untuk kasus ayam yang dibunuh dengan listrik tersebut?

Islam sangat menganjurkan kehalalan dan ke-thoyib-an makanan yang dikonsumsi umatnya. Apa-apa yang diharamkan pasti mengandung hikmah dan rahasia di dalamnya. Termasuk pengharaman bangkai dan darah.

Dari hasil penelitian ternyata terbukti bahwa di dalam keduanya terdapat berbagai bakteri yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia. Darah adalah bahan kotor tempat bersemayamnya zat-zat yang tidak sehat. Meskipun di dalamnya terdapat protein tinggi, tetapi mudharatnya jauh lebih banyak dibandingkan manfaatnya.

Dalam hal ini, ayam yang mati karena disetrum listrik itu mewakili dua hal yang diharamkan secara eksplisit dalam Alquran, yaitu bangkai dan darah. Setiap hewan yang mati tanpa proses penyembelihan bisa dihukumi sebagai bangkai. Sedangkan darah mengalir yang seharusnya dikeluarkan pada saat proses penyembelihan ternyata tidak dikeluarkan dan tetap berada di dalam jaringan ayam.

Jadi secara umum, kalau Anda makan ayam di restoran dan rumah makan di negeri Cina, dan mendapati dagingnya dengan watrna sedikit kemarahan, lupakan untuk mencoba menyantapnya. Karena hampir bisa dipastikan, pasti itu ayam yang dibunuh dengan listrik!

N Nur Wahid, Ketua Bidang Sosialisasi LPPOM MUI. (tri )

Thursday, January 11, 2007

sekolah

umur abrar sekarang ini 3 tahun 5 bulan
bulan agustus tahun ini insya Allah abrar berusia 4 tahun
wahh, gak berasa, abrar dah besar :)
sptnya sudah waktunya abrar sekolah, soalnya abrar sering bilang.... "ummi aku mau sekolah....."
sejak "DO" dari tumble tots bbrp waktu lalu, memang abrar belum pernah dimasukkan sekolah lagi
soalnya di rumah temennya sudah banyak
dan aku juga nggak pengen abrar bosen nantinya
sekarang kami mulai sibuk cari-cari sekolah yang bagus
terutama yang ada jemputannya (maaf ya nak, ummi belum bisa antar jemput kamu begitu kamu masuk sekolah nanti, ummi janji suatu saat nanti ummi sendiri yang akan antar jemput kamu, insya Allah, amiiin )
tapi aku nggak mau yang seharian, maunya yang biasa aja
sampe jam 10-11 udah cukup
kasian klo bayangin abrar musti masuk sekolah yang sampe jam 2 atau jam 3
ya meskipun mungkin disana kegiatannya cuma main dan istirahat siang, tapi kan lebih nyaman di rumah sendiri

selain itu, kami juga lagi cari-cari referensi
sebaiknya abrar masuk playgroup dulu atau langsung tk A ya ?
ada yang bilang langsung masuk tk A aja biar nggak bosen
tapi ada juga yang bilang sebaiknya pg dulu
soalnya klo mau masuk sd nanti agak susah
tidak semua sd menerima anak usia 6 tahun

weleh, ada yang mau kasih masukan ?
terimakasih sebelumnya.... :)

Tuesday, January 09, 2007

pengganti pantai


seperti yg sudah diceritakan sebelumnya..
sejak pindah ke solo, abrar kecanduan sama pantai
kalo udah ke pantai, seringnya abrar susah diajak pulang, asyik main air dan pasir, sampe badannya tambah gosong :d
pergi ke pantai berarti pula mengunjungi mbah kung dan mbah ti sejauh 2 jam perjalanan, di pacitan maksudnya, soalnya di solo kan ga ada pantai
tadinya sih, aku seneng aja tiap minggu pulang, bisa sering ketemu bapak n ibuk, dan juga ada iqbal yg selalu bikin kangen
tapi lama-lama kok capek juga ya, hehehehe

sampai akhirnya tiba suatu hari,
abrar : "ummi, aku mau ke pantai..."
aku : "minggu depan ya mas, kasian abi capek, minggu ini abi biar istirahat ya"
abrar : manyun...
aku : "gimana kalo kita main air aja, pake kolam plastik yg dibeliin oom hudi itu" (soalnya yg beliin emang oom hudi dan tante selly)
abrar : mikirr....,"iya deh"

jadilah kolam plastik yg aku pikir udah mau pensiun itu dikeluarin lagi, dipompa, diisi air, dan beginilah cara abrar bermain di pantai-nya...hehehe