Mas Abrar pengen jadi dokter nanti, itu cita-citanya.
Tadinya sih itu hanya berupa "doktrin" dari ummi, "Kalo sudah besar jadi dokter aja ya, dokter yang baik, dokter yang sholeh, dokter yang ikhlas membantu orangyang sakit", "Kalo Mas jadi dokter, nanti bisa ngobatin ummi kalo ummi sakit", atau "Mas jadi dokter aja ya, kaya' Dokter Firman( dsanya Abrar ), nanti pasti banyak anak-anak kecil yang bisa Mas bantu"
Dan perlahan tapi pasti jadilah dokter sebagai cita-citanya ( at least sampai saat ini, di umurnya yang baru 2 tahun 4 bulan, nanti pasti akan berubah lagi sesuai keinginannya yang sebenernya ).
Lucunya, dia nggak mau menyebut dirinya Dokter Abrar, melainkan Dokter Fathoni, nama belakangnya.
"Nanti, kalo sudah besar Mas mau jadi apa ?"
"Doktey, mi"
"Oya ? Subhanallah, dokter siapa dong nanti namanya ?"
"Doktey Fathoni"
"Bukan dokter Abrar ?"
"Bukan, doktey Fathoni aja"
Hahahaha........
Kalau ada orang di rumah yang mengeluh sakit, Abrar pasti langsung nyari stestoskop nya, lalu dikalungin di leher layaknya dokter meriksa "pasien". Kadang Abrar bahkan nyari lampu senter buat memeriksa mulut "pasien".
Lalu, setelah memeriksa, ada satu obat serbaguna yang selalu diberikan pada pasien, apapun jenis penyakitnya.
Mau tau ???
Ummi : "Pak Dokter, ummi sakit nih, tolong diperiksa ya, perut ummi kok mules"
Abrar: "Iya, ntay duyu ya, ambil ntoskop duyu"
Ummi : "Iya"
Abrar: meriksa perut ummi pake stetoskop, terus perut ummi disorot pake lampu
senter, "udah mi"
Ummi : "Ummi sakit apa ya Dokter Fathoni ?"
Abrar: "Sakit peyut"
Ummi : "Ummi dikasih obat nggak ?"
Abrar: "Iya"
Ummi : "Mana obatnya ? Obat apa namanya ?"
Abrar: "Ini, obat hati"
Ummi : ?????%&*^&^&*), hahahahahaha
Wednesday, December 28, 2005
Thursday, December 22, 2005
Happy Mother's Day
Puisi untuk Bunda
Dalam setiap irama tubuhmu kau selalu menyapa
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap
Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku
Usiaku kini telah berubah
Aku bukan lagi gadis kecil
Kaulah yang telah membentuk jiwa mentah ini
Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini
menjadi lokomotif kemajuan
Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan
dengan nasihatmu kala malam telah larut
dan gerbang mimpi siap menghampiriku
Kala yang lain terlelap
Kutahu kau tak pernah terlena
Pikiran, hati, jiwa, dan emosiku selalu bekerja demi masa depanku
Kau selalu berpacu dengan waktu
Karena kau yakin, tanpa itu bisa jadi
aku terlindas oleh jaman yang semakin keras
Kaulah pengantar luasnya pengetahuanku
Kala wadah kosa kataku hanya bagai tetesan air
Kaulah yang memenuhinya hingga menjadi sebuah lautan
Kaulah bintang berkilauku
Yang tak akan pernah terlupakan
oleh rangkaian huruf cahaya sejarah peradaban manusia
Andai aku bisa, bunda
Kan kubalas segenap cinta dan kasihmu
Andai aku mampu, bunda
Kan kupersembahkan seterang kilauanmu,
sehangat dekapanmu, setulus kasihmu,
dan sebijak nasihatmu
Kutahu, bunda
Tanganmu tak pernah lepas berharap untukku
dalam setiap do’a yang kau panjatkan
Kutahu bunda
Senyummu selalu menyapa dalam setiap kata cinta
yang keluar dari lisanmu
Kutahu bunda
Mata hatimu selalu terjaga dalam setiap derapku
Ya Allah
Kutengadahkan tanganku berharap
kau membahagiakannya sepertiku kini
Ya Rabbi
Kumemohon berilah bunda mimpi yang selalu indah
Ya Rabbul Izzati
Kuberharap padaMu anugerahkan bunda kecupan hangat
Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari
Ya Illahi
Sejahterakanlah bunda
Bunda, pelangi dan matahariku
Hari ini kuhaturkan dengan tulus padamu
SELAMAT HARI IBU!
Diambil dari pk-sejahtera.org
Kata-kata yang ummi bold itu, sebenernya pengen ummi sms-in ke Mbah Ti.
Tapi sayang seribu sayang, hp ummi ketinggalan di rumah tadi pagi.
Jadinya ummi nelpon langsung aja ke Mbah Ti.
SMS nya nyusul nanti malem ya Mbah Ti........
Dalam setiap irama tubuhmu kau selalu menyapa
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap
Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku
Usiaku kini telah berubah
Aku bukan lagi gadis kecil
Kaulah yang telah membentuk jiwa mentah ini
Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini
menjadi lokomotif kemajuan
Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan
dengan nasihatmu kala malam telah larut
dan gerbang mimpi siap menghampiriku
Kala yang lain terlelap
Kutahu kau tak pernah terlena
Pikiran, hati, jiwa, dan emosiku selalu bekerja demi masa depanku
Kau selalu berpacu dengan waktu
Karena kau yakin, tanpa itu bisa jadi
aku terlindas oleh jaman yang semakin keras
Kaulah pengantar luasnya pengetahuanku
Kala wadah kosa kataku hanya bagai tetesan air
Kaulah yang memenuhinya hingga menjadi sebuah lautan
Kaulah bintang berkilauku
Yang tak akan pernah terlupakan
oleh rangkaian huruf cahaya sejarah peradaban manusia
Andai aku bisa, bunda
Kan kubalas segenap cinta dan kasihmu
Andai aku mampu, bunda
Kan kupersembahkan seterang kilauanmu,
sehangat dekapanmu, setulus kasihmu,
dan sebijak nasihatmu
Kutahu, bunda
Tanganmu tak pernah lepas berharap untukku
dalam setiap do’a yang kau panjatkan
Kutahu bunda
Senyummu selalu menyapa dalam setiap kata cinta
yang keluar dari lisanmu
Kutahu bunda
Mata hatimu selalu terjaga dalam setiap derapku
Ya Allah
Kutengadahkan tanganku berharap
kau membahagiakannya sepertiku kini
Ya Rabbi
Kumemohon berilah bunda mimpi yang selalu indah
Ya Rabbul Izzati
Kuberharap padaMu anugerahkan bunda kecupan hangat
Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari
Ya Illahi
Sejahterakanlah bunda
Bunda, pelangi dan matahariku
Hari ini kuhaturkan dengan tulus padamu
SELAMAT HARI IBU!
Diambil dari pk-sejahtera.org
Kata-kata yang ummi bold itu, sebenernya pengen ummi sms-in ke Mbah Ti.
Tapi sayang seribu sayang, hp ummi ketinggalan di rumah tadi pagi.
Jadinya ummi nelpon langsung aja ke Mbah Ti.
SMS nya nyusul nanti malem ya Mbah Ti........
Tuesday, December 13, 2005
banjirrrrrrrrr !!!!!!!!
Rumah Mbah Kung kebanjiran, Minggu jam 3 dini hari.
Nggak tanggung-tanggung, air yang masuk ke rumah sampai semeter tingginya.
Padahal selama tinggal disana, belum pernah terjadi banjir sekalipun. Mungkin banjir terjadi karena intensitas hujan yang amat sangat tinggi.
Semua barang di rumah kena, kecuali barang-barang tante Endras dan oom Febri yang ada di lantai 2.
Buku-buku hancur, termasuk ijazah dan piagam-piagam ummi di SD dan SMP ( memang disimpan di lemari yang agak rendah, dan nggak sempat diselamatkan ), tanpa terkecuali bahan-bahan presentasi Mbah Ti buat pelatihan bidan beberapa saat lagi ( sabar ya Mbah Ti, Mbah Ti harus menyusun semuanya dari awal lagi ya ).
Foto-foto masa kecil ummi dan oom Febri juga ikut hancur, juga baju-baju, kasur, kursi, sofa, obat-obatan Mbah Ti.
Alhamdulillah, airnya segera surut, jadi kepanikan tidak bertahan lama.
Setelah air surut, semakin banyak kerugian yang tampak : mesin cuci dan kulkas tidak bisa dipakai, mobil dan motor tidak bisa distarter, CPU komputer terendam air, dll, dll.
Ikan di kolam hanya tersisa 4 ekor, sekian banyak ayam tinggal belasan ekor ( yang lucu, anak-anak ayam yg baru berusia 3-5 hari yang diletakkan di kardus di lantai kandang, ditemukan ngumpul di loteng jemuran, naik tanggakah ? wallahualam ).
Tapi alhamdulillah, si Jlitheng, kucing peliharaan Mbah Kung pulang ke rumah dengan selamat.
Dan alhamdulillah lagi, meskipun ketinggian air lumayan, tapi tidak ada korban jiwa, seluruh keluarga dan tetangga sekitar rumah Mbah Kung Mbah Ti tidak ada yang luka.
Yang menyedihkan, sebagian bangunan rumah Pak Marno dan Pak Mino di sebelah rumah Mbah Kung roboh kena air banjir. Mudah-mudahan Allah memberikan mereka kesabaran dan menggantikannya dengan yang lebih baik, amiin.
Hari-hari ini, hari-hari bersih-bersih yang melelahkan buat seluruh keluarga.
Maafkan kami ya Mbah, nggak bisa ikut datang membantu.
Mbah Kung dan Mbah Ti dibantu sama tetangga sekitar / keluarga yang nggak kebanjiran, keluarga dari Pucangsewu, bahkan adek Mbah Kung dari Trenggalek ikut datang dan bantuin beres-beres ( makasih ya Mbah To dan Mbah Tik, meskipun sibuk nyempetin dateng dan bantuin Mbah Kung ).
Semoga banjirnya cukup sekali ini saja, jangan terulang lagi.
Bagi saudara-saudara yang saat ini mengalami musibah banjir juga, semoga Allah memberikan kesabaran dan pengganti yang lebih baik.
Nggak tanggung-tanggung, air yang masuk ke rumah sampai semeter tingginya.
Padahal selama tinggal disana, belum pernah terjadi banjir sekalipun. Mungkin banjir terjadi karena intensitas hujan yang amat sangat tinggi.
Semua barang di rumah kena, kecuali barang-barang tante Endras dan oom Febri yang ada di lantai 2.
Buku-buku hancur, termasuk ijazah dan piagam-piagam ummi di SD dan SMP ( memang disimpan di lemari yang agak rendah, dan nggak sempat diselamatkan ), tanpa terkecuali bahan-bahan presentasi Mbah Ti buat pelatihan bidan beberapa saat lagi ( sabar ya Mbah Ti, Mbah Ti harus menyusun semuanya dari awal lagi ya ).
Foto-foto masa kecil ummi dan oom Febri juga ikut hancur, juga baju-baju, kasur, kursi, sofa, obat-obatan Mbah Ti.
Alhamdulillah, airnya segera surut, jadi kepanikan tidak bertahan lama.
Setelah air surut, semakin banyak kerugian yang tampak : mesin cuci dan kulkas tidak bisa dipakai, mobil dan motor tidak bisa distarter, CPU komputer terendam air, dll, dll.
Ikan di kolam hanya tersisa 4 ekor, sekian banyak ayam tinggal belasan ekor ( yang lucu, anak-anak ayam yg baru berusia 3-5 hari yang diletakkan di kardus di lantai kandang, ditemukan ngumpul di loteng jemuran, naik tanggakah ? wallahualam ).
Tapi alhamdulillah, si Jlitheng, kucing peliharaan Mbah Kung pulang ke rumah dengan selamat.
Dan alhamdulillah lagi, meskipun ketinggian air lumayan, tapi tidak ada korban jiwa, seluruh keluarga dan tetangga sekitar rumah Mbah Kung Mbah Ti tidak ada yang luka.
Yang menyedihkan, sebagian bangunan rumah Pak Marno dan Pak Mino di sebelah rumah Mbah Kung roboh kena air banjir. Mudah-mudahan Allah memberikan mereka kesabaran dan menggantikannya dengan yang lebih baik, amiin.
Hari-hari ini, hari-hari bersih-bersih yang melelahkan buat seluruh keluarga.
Maafkan kami ya Mbah, nggak bisa ikut datang membantu.
Mbah Kung dan Mbah Ti dibantu sama tetangga sekitar / keluarga yang nggak kebanjiran, keluarga dari Pucangsewu, bahkan adek Mbah Kung dari Trenggalek ikut datang dan bantuin beres-beres ( makasih ya Mbah To dan Mbah Tik, meskipun sibuk nyempetin dateng dan bantuin Mbah Kung ).
Semoga banjirnya cukup sekali ini saja, jangan terulang lagi.
Bagi saudara-saudara yang saat ini mengalami musibah banjir juga, semoga Allah memberikan kesabaran dan pengganti yang lebih baik.
Sunday, December 11, 2005
i'm twenty four now
Hari ini ummi ulang tahun, ke 24
Sebenernya ummi enggan mengganti angka 23 menjadi 24, tapi inilah ketentuan dan peringatan dari Allah, bahwa jatah waktu ummi di dunia ini semakin menipis.
Semoga ummi bisa memperbaiki diri dan ibadah ummi.
Semoga ummi bisa menjadi istri dan ibu yang lebih baik.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa ummi selama ini dan berkenan menerima amal ibadah ummi.
Semoga Allah pun selalu memberikan bimbingan dan kekuatannya buat ummi.
Ssttt, hadiah ultah ummi dari abi kali ini istimewa lho, sebuah cincin emas mungil yang cantik.
Makasih ya bi, semoga cincin ini bisa jadi pemacu semangat ummi untuk selalu berbenah diri.
Sebenernya ummi enggan mengganti angka 23 menjadi 24, tapi inilah ketentuan dan peringatan dari Allah, bahwa jatah waktu ummi di dunia ini semakin menipis.
Semoga ummi bisa memperbaiki diri dan ibadah ummi.
Semoga ummi bisa menjadi istri dan ibu yang lebih baik.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa ummi selama ini dan berkenan menerima amal ibadah ummi.
Semoga Allah pun selalu memberikan bimbingan dan kekuatannya buat ummi.
Ssttt, hadiah ultah ummi dari abi kali ini istimewa lho, sebuah cincin emas mungil yang cantik.
Makasih ya bi, semoga cincin ini bisa jadi pemacu semangat ummi untuk selalu berbenah diri.
Thursday, December 08, 2005
Percobaan Penipuan
Hari ini, jam 11 siang abi ijin keluar kantor, mau nganterin oom Win ke Slipi, ada bursa kerja disana.
Baru sekitar 15 menit ninggalin kantor, hp ummi berdering, dari rumah, oom Win ternyata. Oom Win ngomongnya hati-hatiiiiii banget, katanya abi kecelakaan dan saat itu ada di Ruang UGD RSCM. Oom Win bilang, udah ada dokter yang menangani abi, ummi disuruh segera menghubungi dokter itu, oom Win menyebutkan sederet angka 68010839 dengan dr Mulyawan katanya. Ummi segera memberitahu Bu Uke ( teman sebelah ummi ) dan menghubungi nomor itu ( tanpa terpikir menghubungi hp abi lebih dulu ), dan segera tersambung dengan dr Mulyawan, dia bilang abi mengalami luka di kepala yang mengakibatkan pendarahan eksternal dan patah tulang di kaki kanannya. Dia juga mengatakan abi dalam kondisi tidak sadar tapi sudah ditangani dengan baik. Begitu Bu Uke berteriak kalo abi kecelakaan, seisi ruangan langsung heboh. Dr Mulyawan bilang, ada obat dan alat yang harus segera ditebus untuk dipasangkan pada kepala dan kaki abi ( melalui operasi ), dalam jangka waktu maksimal 10 menit katanya. Resepnya sudah dikirim ke apotik, tapi harus ada yang menebusnya lebih dahulu. Ummi lalu disuruh menghubungi apotik di nomor 92982347, dengan menyebutkan no resepnya, 202 katanya. Tanpa pikir panjang ( saking paniknya ), ummi langsung menelpon nomor itu, orang disana mengatakan hal-hal yang hampir sama dengan yang dikatakan dr Mulyawan, bahwa obat dan alat itu harus segera digunakan oleh abi dalam waktu tidak boleh lebih dari 20 menit, tapi satu hal yang bikin ummi sadar, ummi disuruh membayar dulu 21.800.000 rupiah !!!!
Ummi baru sadar kalo ini mustahil, ada beberapa hal yang bikin ummi curiga :
1. Mana mungkin seorang dokter / rumah sakit akan melakukan suatu tindakan oparasi kepada pasien di UGD tanpa persetujuan tertulis anggota keluarga ?
2. Sebelumnya dr Mulyawan mengatakan, apotiknya ada di lingkungan RSCM, tapi ternyata orang yang menerima telepon ummi mengatakan apotiknya berada di daerah lain yang sangat jauh dari RSCM.
3. Meminta transfer uang 21.800.000. Jumlah yang amat besar dan cara yang tidak lazim untuk menebus obat dan peralatan medis di apotik.
Orang yang mengaku petugas apotik itu terus mendesak ummi untuk melakukan transfer uang segera, ia terus menanyakan apa ummi punya dana yang cukup atau tidak. Ummi bilang, ummi akan hubungi dia beberapa saat lagi.
Setelah telepon ditutup, ummi minta tolong Pak Nol nelpon ke hp abi, saking gemeterannya ummi sampe nggak bisa mencet hp, hehe.
Alhamdulillah diangkat sama abi, ternyata abi lagi di jalan, belum sampe rumah, kondisi abi baik-baik aja, dan sama sekali tidak mengalami kecelakaan !!!
Alhamdulillah........ummi langsung nangis lega ( tadinya malah nggak bisa nangis lho :D )
Alhamdulillah, Allah menghindarkan ummi dan abi dari musibah.
Alhamdulillah, Allah menyadarkan ummi sebelum ummi benar-benar mengikuti kemauan para penipu itu.
Dan alhamdulillah, ummi semakin menyadari betapa berartinya abi bagi ummi :)
Saking senengnya, ummi sampe lupa ngasih kabar ke orang-orang di rumah, mereka pasti masih heboh.
Ternyata bener, oom Win udah naek ojek ke RSCM, hehe, untung baru nyampe jalan Tambak.
Hehe, ini pelajaran buat kita semua ya.
Jangan gampang panik menghadapi suatu musibah, pikiran harus bener-bener jernih, nggak boleh grusa-grusu dalam bertindak.
Semoga Allah menghindarkan kita dari penipuan-penipuan semacam ini.
Baru sekitar 15 menit ninggalin kantor, hp ummi berdering, dari rumah, oom Win ternyata. Oom Win ngomongnya hati-hatiiiiii banget, katanya abi kecelakaan dan saat itu ada di Ruang UGD RSCM. Oom Win bilang, udah ada dokter yang menangani abi, ummi disuruh segera menghubungi dokter itu, oom Win menyebutkan sederet angka 68010839 dengan dr Mulyawan katanya. Ummi segera memberitahu Bu Uke ( teman sebelah ummi ) dan menghubungi nomor itu ( tanpa terpikir menghubungi hp abi lebih dulu ), dan segera tersambung dengan dr Mulyawan, dia bilang abi mengalami luka di kepala yang mengakibatkan pendarahan eksternal dan patah tulang di kaki kanannya. Dia juga mengatakan abi dalam kondisi tidak sadar tapi sudah ditangani dengan baik. Begitu Bu Uke berteriak kalo abi kecelakaan, seisi ruangan langsung heboh. Dr Mulyawan bilang, ada obat dan alat yang harus segera ditebus untuk dipasangkan pada kepala dan kaki abi ( melalui operasi ), dalam jangka waktu maksimal 10 menit katanya. Resepnya sudah dikirim ke apotik, tapi harus ada yang menebusnya lebih dahulu. Ummi lalu disuruh menghubungi apotik di nomor 92982347, dengan menyebutkan no resepnya, 202 katanya. Tanpa pikir panjang ( saking paniknya ), ummi langsung menelpon nomor itu, orang disana mengatakan hal-hal yang hampir sama dengan yang dikatakan dr Mulyawan, bahwa obat dan alat itu harus segera digunakan oleh abi dalam waktu tidak boleh lebih dari 20 menit, tapi satu hal yang bikin ummi sadar, ummi disuruh membayar dulu 21.800.000 rupiah !!!!
Ummi baru sadar kalo ini mustahil, ada beberapa hal yang bikin ummi curiga :
1. Mana mungkin seorang dokter / rumah sakit akan melakukan suatu tindakan oparasi kepada pasien di UGD tanpa persetujuan tertulis anggota keluarga ?
2. Sebelumnya dr Mulyawan mengatakan, apotiknya ada di lingkungan RSCM, tapi ternyata orang yang menerima telepon ummi mengatakan apotiknya berada di daerah lain yang sangat jauh dari RSCM.
3. Meminta transfer uang 21.800.000. Jumlah yang amat besar dan cara yang tidak lazim untuk menebus obat dan peralatan medis di apotik.
Orang yang mengaku petugas apotik itu terus mendesak ummi untuk melakukan transfer uang segera, ia terus menanyakan apa ummi punya dana yang cukup atau tidak. Ummi bilang, ummi akan hubungi dia beberapa saat lagi.
Setelah telepon ditutup, ummi minta tolong Pak Nol nelpon ke hp abi, saking gemeterannya ummi sampe nggak bisa mencet hp, hehe.
Alhamdulillah diangkat sama abi, ternyata abi lagi di jalan, belum sampe rumah, kondisi abi baik-baik aja, dan sama sekali tidak mengalami kecelakaan !!!
Alhamdulillah........ummi langsung nangis lega ( tadinya malah nggak bisa nangis lho :D )
Alhamdulillah, Allah menghindarkan ummi dan abi dari musibah.
Alhamdulillah, Allah menyadarkan ummi sebelum ummi benar-benar mengikuti kemauan para penipu itu.
Dan alhamdulillah, ummi semakin menyadari betapa berartinya abi bagi ummi :)
Saking senengnya, ummi sampe lupa ngasih kabar ke orang-orang di rumah, mereka pasti masih heboh.
Ternyata bener, oom Win udah naek ojek ke RSCM, hehe, untung baru nyampe jalan Tambak.
Hehe, ini pelajaran buat kita semua ya.
Jangan gampang panik menghadapi suatu musibah, pikiran harus bener-bener jernih, nggak boleh grusa-grusu dalam bertindak.
Semoga Allah menghindarkan kita dari penipuan-penipuan semacam ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)