Bangun agak siang, badan pegel semua
Dah gitu Abrar bangunnya siang juga, ummi gak sempet ngajak Abrar maen maen dulu, gak sempet ajak Abrar jalan jalan dulu, gak sempet mandiin Abrar dulu
Di jalan, terbayang kerjaan yang numpuk, banyak banget...
Kok rasanya bete banget ya hari ini
Astaghfirullah......harus banyak banyak istighfar dan dzikir nih
Ampuni hamba Ya Allah, lindungi hamba hari ini, terutama dari berbagai penyakit hati......
~Pengen curhat nih, tapi masa pagi pagi begini sih ?~
Thursday, March 24, 2005
Wednesday, March 23, 2005
Mengapa Orang Jatuh Cinta Lagi ?
Hari ini, nemu artikel menarik di Bali Post, bagus buat dibaca buat yang mengalami hal seperti ini, dan sebagai bekal bila suatu hari nanti mengalami hal yang sama :D ( Mudah-mudahan tidak lah yaaaaa....... )
Taken from http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/1/23/kel4.html
Mengapa Orang Jatuh Cinta Lagi ?
SERINGKALI pasangan suami istri (pasutri) tidak sepenuhnya menyadari bahwa pasangan mereka bukan buah pilihannya yang paling tepat. Teman hidup yang sudah dipilih belum tentu pria atau wanita paling sempurna bagi suami atau istri. Di luar keyakinan orang pada jodoh, banyak hal ikut mempengaruhi siapa pilihan teman hidup seseorang. Walau akhirnya yang disebut jodoh sebagaimana yang diyakini banyak orang cuma tersedia satu, namun pilihan dan peluang memilih yang layak menjadi jodoh kita sebetulnya begitu banyak. Misalnya, makin luas pergaulan seseorang, jodoh bukan lagi cuma sebatas pagar rumahnya belaka. Makin matang seseorang, di otaknya makin utuh formulasi ideal calon teman hidupnya. Makin pragmatis pandangan hidup seseorang, makin dipakai akal sehatnya dalam memilih teman hidup.
Sebuah jajak pendapat di Hongkong, sebagaimana ditulis situs www.cintakasih.itgo.com, mengungkap fenomena baru, bahwa cinta mulai dianggap tidak penting lagi dalam perkawinan. Orang muda lebih melihat faktor kecocokan, kelayakan mampu hidup bersama dalam perkawinan lebih penting ketimbang cinta.
Di Jepang, banyak orang mencari jodoh lewat biro jodoh. Ini fenomena lain dari masyarakat yang sibuk, sebab tak tersisa waktu buat bergaul dengan banyak lawan jenis. Cara ini pun dianggap ikut mempengaruhi mutu pilihan teman hidup. Sebab, dengan makin banyak sample untuk dipilih di biro jodoh, mestinya makin bulat dan utuh buah hasil pilihan dibanding cuma memilih seadanya di lingkungan yang paling dekat semata. Jatuh cinta karena sering ketemu dan bersama lalu menikah, secara matematis berbeda mutunya dibanding dengan baru jatuh cinta setelah bertemu dengan seribu lawan jenis, misalnya.
Peta CintaAnda pernah mendengar "peta cinta"? Setiap orang punya peta cintanya sendiri-sendiri. Ini semacam panduan batin yang menuntun selera orang memilih teman hidup. Peta cinta menentukan preferensi seseorang lebih tertarik pada tipe-tipe lawan jenis tertentu. Ada lelaki yang lebih suka pada wanita keibuan, pada wanita yang atraktif, pada wanita yang berdada besar atau berpanggul lebar, dan seterusnya. Begitu juga dengan wanita. Ada yang lebih suka tipe pria kerempeng, pria berotot, yang tepos atau berdada bidang. Ada juga wanita yang lebih tertarik pada pria kebapakan.
Peta cinta dibangun dari pengalaman masa kecil, yang menyenangkan maupun yang menyakitkan. Dipengaruhi pula oleh sikap keluarga, trauma masa lalu, pendidikan, dan kepribadian seseorang. Peta cinta menuntun orang mencari dan menemukan teman hidupnya. Ada prototipe tertentu dalam gambaran batinnya, seperti apa lawan jenis yang disukainya. "Kamu adalah tipe ideal saya," begitu sering terdengar kalau orang menemukan sosok yang sama dengan gambaran prototipe di batinnya. "Anak mami" biasanya cenderung mencari calon pendamping yang keibuan, sementara "anak papi" menemukannya pada figur kebapakan.
Namun tidak semua orang berhasil mengabulkan pesan peta cintanya. Tidak semua orang menikah dengan orang menurut gambaran peta cintanya. Lihatlah kasus Bill Clinton, misalnya. Trauma masa lalu Bill Clinton dari ayah tirinya, misalnya, seperti dianalisis oleh kolumnis Camille Plagia di Salon Magazine, konon membuat Clinton lebih berpreferensi terhadap sosok wanita yang cerdas, atraktif, dan sensual. Prototipe yang bagi Clinton ideal itu konon tidak penuh ditemukan Clinton pada Hillary, sang istri. Hillary malah dinilai pers Barat sebagai pribadi ibu pemaaf namun frigid. Sementara Clinton sendiri makin menemukan dirinya sebagai pribadi yang membawa tabiat kebapakan.
Itu sebabnya barangkali, gadis remaja, yang dengan menyimpan trauma masa kecil tertentu, yang electra complex, cinta dan lebih dekat dengan ayah, umumnya berpreferensi mencari sosok pria yang kebapakan seperti Clinton. Tidak jelas apa Kathleen Wiley, Gennifer Flowers, Paula Jones dan Monica Lewinsky, dan entah siapa lagi, yang tercatat dan dituding selingkuh dengan Clinton tergolong wanita yang suka pria kebapakan.
Anatomi berselingkuh kebanyakan orang modern bisa diterangkan secara begitu. Bahwa suami atau istri baru menemukan sosok dan pribadi yang lebih utuh atau benar-benar utuh sesuai dengan peta cintanya, setelah telanjur menikah. Kegagalan pria dan wanita menemukan tipe idealnya pada suami atau istrinya inilah yang berpotensi menjadi bom waktu perkawinan jika suatu hari suami atau istri punya peluang buat jatuh cinta dengan orang yang punya tipe persis seperti gambar dalam peta cintanya. Maka itu, wajar kalau orang bisa jatuh cinta lagi. Konflik timbul kalau pilihan baru ditemukan setelah orang punya suami atau istri.
Faktor PenentuHarold Bessel PhD, yang banyak menekuni soal-soal cinta dan pilihan teman hidup mengungkap unsur atraksi romantik (romantic attraction) dan kematangan emosi (emotional maturity) sebagai faktor yang juga ikut menentukan mutu perkawinan. Inilah unsur-unsur yang menjadi bahan pertimbangan bagaimana orang memutuskan pilihan teman hidupnya.
Namun tidak semua orang yang pilihan teman hidupnya dinilainya kurang pas, serta merta akan menghancurkan perkawinannya. Mungkin suatu hari dalam hidup perkawinan, suami maupun istri bisa saja menemukan atraksi romantiknya pada wanita atau pria lain. Bisa saja keterpikatan dalam pertemuan pria-wanita yang sudah bersuami atau beristri tersebut punya makna erotik, dan membuat mereka jatuh cinta lalu membawanya ke jenjang perkawinan.
Peluang untuk jatuh cinta dan jatuh cinta lagi seperti itu bisa saja terus berulang saban kali suami atau istri bertemu dengan tipe idealnya lagi. Tapi tentu tidak semua orang mengumbar emosinya sehingga peluang jatuh cinta lagi itu harus dijadikan kenyataan. Keterikatan orang dengan agama, etika, adanya rasa kesetiaan, sikap dan pandangan hidup, pertemuan suami atau istri dengan orang yang dirasa lebih ideal dibanding suami atau istrinya sendiri, tidak mesti diakhiri dengan jatuh cinta, percintaan dan perkawinan.
Perkawinan yang rapuh atau dirapuhkan oleh situasi dan kondisi, biasanya mudah sekali digoyang oleh peluang suami atau istri buat jatuh cinta lagi yang diam-diam biasanya dipelihara. Di tengah model perkawinan yang lebih terbuka (open marriage) seperti rata-rata perkawinan orang modern sekarang, lebih terbuka peluang suami maupun istri untuk jatuh cinta dan jatuh cinta lagi. Sikon suami maupun istri berkarier membuatnya bisa bergaul lebih terbuka dengan wanita dan pria yang mungkin lebih ideal dari teman hidupnya sendiri. Karier juga sering membawa pria dan wanita menemukan tipe idealnya pada suami atau istri orang lain.
"Model kebanyakan perkawinan orang sekarang dinilai menempuh proses karbitan," kata Bessel. Pergaulan lelaki-perempuan sekarang lebih lekas dan mudah membawa mereka ke kamar seks ketimbang ke ruang cinta. Cinta dibuat menjadi identik dengan seks. Ketika seks sudah bukan apa-apa lagi, ketika seks sudah membosankan, pertemuan menjadi tidak seabadi cinta.
Itu sebabnya mengapa cinta orang sekarang tergolong cinta "karbitan", cinta yang lebih cepat tumbuh di bibir, tapi tidak di hati. Cinta model "cinta kalau" atau "cinta karena", jenis cinta yang bersyarat. "Saya cinta kamu kalau kamu mau memberi saya seks!" Itu berarti tidak cinta lagi kalau seks tidak lagi ada. Atau, "Saya cinta kamu karena kamu cantik, kamu cakep dan baik." Begitu tidak cantik, tidak cakep dan tidak baik lagi, cinta tidak lagi ada. Sebaliknya, cinta sejati itu katanya jenis "cinta walaupun". "Saya cinta kamu walaupun kamu tidak memberi seks, walau kamu sudah nenek-nenek, walaupun kamu cacat dan buruk rupa."
Sikap hidup hedonistik kebanyakan orang sekarang, atau kecenderungan memilih hidup pragmatis, menggiring orang lebih memuja Putri Diana ketimbang Ibu Teresa, misalnya. Fenomena yang mengajak orang lebih suka meletakkan nilai-nilainya semata buat kenikmatan hidup, "tahu salah, tapi apa boleh buat", sebab semua orang juga berbuat begitu. Sikap snobisme begini yang membuat kadar cinta kebanyakan perkawinan sekarang cuma imitasi belaka. (*)
Taken from http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/1/23/kel4.html
Mengapa Orang Jatuh Cinta Lagi ?
SERINGKALI pasangan suami istri (pasutri) tidak sepenuhnya menyadari bahwa pasangan mereka bukan buah pilihannya yang paling tepat. Teman hidup yang sudah dipilih belum tentu pria atau wanita paling sempurna bagi suami atau istri. Di luar keyakinan orang pada jodoh, banyak hal ikut mempengaruhi siapa pilihan teman hidup seseorang. Walau akhirnya yang disebut jodoh sebagaimana yang diyakini banyak orang cuma tersedia satu, namun pilihan dan peluang memilih yang layak menjadi jodoh kita sebetulnya begitu banyak. Misalnya, makin luas pergaulan seseorang, jodoh bukan lagi cuma sebatas pagar rumahnya belaka. Makin matang seseorang, di otaknya makin utuh formulasi ideal calon teman hidupnya. Makin pragmatis pandangan hidup seseorang, makin dipakai akal sehatnya dalam memilih teman hidup.
Sebuah jajak pendapat di Hongkong, sebagaimana ditulis situs www.cintakasih.itgo.com, mengungkap fenomena baru, bahwa cinta mulai dianggap tidak penting lagi dalam perkawinan. Orang muda lebih melihat faktor kecocokan, kelayakan mampu hidup bersama dalam perkawinan lebih penting ketimbang cinta.
Di Jepang, banyak orang mencari jodoh lewat biro jodoh. Ini fenomena lain dari masyarakat yang sibuk, sebab tak tersisa waktu buat bergaul dengan banyak lawan jenis. Cara ini pun dianggap ikut mempengaruhi mutu pilihan teman hidup. Sebab, dengan makin banyak sample untuk dipilih di biro jodoh, mestinya makin bulat dan utuh buah hasil pilihan dibanding cuma memilih seadanya di lingkungan yang paling dekat semata. Jatuh cinta karena sering ketemu dan bersama lalu menikah, secara matematis berbeda mutunya dibanding dengan baru jatuh cinta setelah bertemu dengan seribu lawan jenis, misalnya.
Peta CintaAnda pernah mendengar "peta cinta"? Setiap orang punya peta cintanya sendiri-sendiri. Ini semacam panduan batin yang menuntun selera orang memilih teman hidup. Peta cinta menentukan preferensi seseorang lebih tertarik pada tipe-tipe lawan jenis tertentu. Ada lelaki yang lebih suka pada wanita keibuan, pada wanita yang atraktif, pada wanita yang berdada besar atau berpanggul lebar, dan seterusnya. Begitu juga dengan wanita. Ada yang lebih suka tipe pria kerempeng, pria berotot, yang tepos atau berdada bidang. Ada juga wanita yang lebih tertarik pada pria kebapakan.
Peta cinta dibangun dari pengalaman masa kecil, yang menyenangkan maupun yang menyakitkan. Dipengaruhi pula oleh sikap keluarga, trauma masa lalu, pendidikan, dan kepribadian seseorang. Peta cinta menuntun orang mencari dan menemukan teman hidupnya. Ada prototipe tertentu dalam gambaran batinnya, seperti apa lawan jenis yang disukainya. "Kamu adalah tipe ideal saya," begitu sering terdengar kalau orang menemukan sosok yang sama dengan gambaran prototipe di batinnya. "Anak mami" biasanya cenderung mencari calon pendamping yang keibuan, sementara "anak papi" menemukannya pada figur kebapakan.
Namun tidak semua orang berhasil mengabulkan pesan peta cintanya. Tidak semua orang menikah dengan orang menurut gambaran peta cintanya. Lihatlah kasus Bill Clinton, misalnya. Trauma masa lalu Bill Clinton dari ayah tirinya, misalnya, seperti dianalisis oleh kolumnis Camille Plagia di Salon Magazine, konon membuat Clinton lebih berpreferensi terhadap sosok wanita yang cerdas, atraktif, dan sensual. Prototipe yang bagi Clinton ideal itu konon tidak penuh ditemukan Clinton pada Hillary, sang istri. Hillary malah dinilai pers Barat sebagai pribadi ibu pemaaf namun frigid. Sementara Clinton sendiri makin menemukan dirinya sebagai pribadi yang membawa tabiat kebapakan.
Itu sebabnya barangkali, gadis remaja, yang dengan menyimpan trauma masa kecil tertentu, yang electra complex, cinta dan lebih dekat dengan ayah, umumnya berpreferensi mencari sosok pria yang kebapakan seperti Clinton. Tidak jelas apa Kathleen Wiley, Gennifer Flowers, Paula Jones dan Monica Lewinsky, dan entah siapa lagi, yang tercatat dan dituding selingkuh dengan Clinton tergolong wanita yang suka pria kebapakan.
Anatomi berselingkuh kebanyakan orang modern bisa diterangkan secara begitu. Bahwa suami atau istri baru menemukan sosok dan pribadi yang lebih utuh atau benar-benar utuh sesuai dengan peta cintanya, setelah telanjur menikah. Kegagalan pria dan wanita menemukan tipe idealnya pada suami atau istrinya inilah yang berpotensi menjadi bom waktu perkawinan jika suatu hari suami atau istri punya peluang buat jatuh cinta dengan orang yang punya tipe persis seperti gambar dalam peta cintanya. Maka itu, wajar kalau orang bisa jatuh cinta lagi. Konflik timbul kalau pilihan baru ditemukan setelah orang punya suami atau istri.
Faktor PenentuHarold Bessel PhD, yang banyak menekuni soal-soal cinta dan pilihan teman hidup mengungkap unsur atraksi romantik (romantic attraction) dan kematangan emosi (emotional maturity) sebagai faktor yang juga ikut menentukan mutu perkawinan. Inilah unsur-unsur yang menjadi bahan pertimbangan bagaimana orang memutuskan pilihan teman hidupnya.
Namun tidak semua orang yang pilihan teman hidupnya dinilainya kurang pas, serta merta akan menghancurkan perkawinannya. Mungkin suatu hari dalam hidup perkawinan, suami maupun istri bisa saja menemukan atraksi romantiknya pada wanita atau pria lain. Bisa saja keterpikatan dalam pertemuan pria-wanita yang sudah bersuami atau beristri tersebut punya makna erotik, dan membuat mereka jatuh cinta lalu membawanya ke jenjang perkawinan.
Peluang untuk jatuh cinta dan jatuh cinta lagi seperti itu bisa saja terus berulang saban kali suami atau istri bertemu dengan tipe idealnya lagi. Tapi tentu tidak semua orang mengumbar emosinya sehingga peluang jatuh cinta lagi itu harus dijadikan kenyataan. Keterikatan orang dengan agama, etika, adanya rasa kesetiaan, sikap dan pandangan hidup, pertemuan suami atau istri dengan orang yang dirasa lebih ideal dibanding suami atau istrinya sendiri, tidak mesti diakhiri dengan jatuh cinta, percintaan dan perkawinan.
Perkawinan yang rapuh atau dirapuhkan oleh situasi dan kondisi, biasanya mudah sekali digoyang oleh peluang suami atau istri buat jatuh cinta lagi yang diam-diam biasanya dipelihara. Di tengah model perkawinan yang lebih terbuka (open marriage) seperti rata-rata perkawinan orang modern sekarang, lebih terbuka peluang suami maupun istri untuk jatuh cinta dan jatuh cinta lagi. Sikon suami maupun istri berkarier membuatnya bisa bergaul lebih terbuka dengan wanita dan pria yang mungkin lebih ideal dari teman hidupnya sendiri. Karier juga sering membawa pria dan wanita menemukan tipe idealnya pada suami atau istri orang lain.
"Model kebanyakan perkawinan orang sekarang dinilai menempuh proses karbitan," kata Bessel. Pergaulan lelaki-perempuan sekarang lebih lekas dan mudah membawa mereka ke kamar seks ketimbang ke ruang cinta. Cinta dibuat menjadi identik dengan seks. Ketika seks sudah bukan apa-apa lagi, ketika seks sudah membosankan, pertemuan menjadi tidak seabadi cinta.
Itu sebabnya mengapa cinta orang sekarang tergolong cinta "karbitan", cinta yang lebih cepat tumbuh di bibir, tapi tidak di hati. Cinta model "cinta kalau" atau "cinta karena", jenis cinta yang bersyarat. "Saya cinta kamu kalau kamu mau memberi saya seks!" Itu berarti tidak cinta lagi kalau seks tidak lagi ada. Atau, "Saya cinta kamu karena kamu cantik, kamu cakep dan baik." Begitu tidak cantik, tidak cakep dan tidak baik lagi, cinta tidak lagi ada. Sebaliknya, cinta sejati itu katanya jenis "cinta walaupun". "Saya cinta kamu walaupun kamu tidak memberi seks, walau kamu sudah nenek-nenek, walaupun kamu cacat dan buruk rupa."
Sikap hidup hedonistik kebanyakan orang sekarang, atau kecenderungan memilih hidup pragmatis, menggiring orang lebih memuja Putri Diana ketimbang Ibu Teresa, misalnya. Fenomena yang mengajak orang lebih suka meletakkan nilai-nilainya semata buat kenikmatan hidup, "tahu salah, tapi apa boleh buat", sebab semua orang juga berbuat begitu. Sikap snobisme begini yang membuat kadar cinta kebanyakan perkawinan sekarang cuma imitasi belaka. (*)
Saturday, March 19, 2005
I wish I could.........
Pagi ini mendung sekali......acara jalan jalan pagi sama Abrar pun jadi nggak seheboh biasanya.
Ummi juga harus gerak cepat, kalo udah keburu ujan, pasti repot ngantornya........
Waktu manasin mobil abi, ummi agak gondok juga, mobil sama motor nganggur di rumah, sementara ummi naik bajaj atau metromini.
Hmmmm, i wish i could......drive this car, pasti gak bingung klo mau ujan begini.
Jadi teringat abi nih.....kadang-kadang ummi mikir abi terlalu over protektive sama ummi. Kesana-kemari pasti harus dianterin, dan kalo abi berhalangan, pasti taksi satu satunya alternatif yang abi tawarkan. Bajaj ? NO ! Bis atau metromini ? NO ! Jalan kaki ? Ladalah, apalagi, NOOO !
Dulu sebelum nikah sama abi, ummi terbiasa kesana kemari sendiri, naik bis, bajaj, atau taksi.
Waktu masih di Pacitan, malah naik motor, Mbah Kung ngasih ijin untuk itu, malah beliau yang nganterin ummi bikin SIM.
Tapi sekarang, jangankan ke kantor, ke toko deket rumah mo beli minyak goreng aja ummi harus nunggu abi bisa nganterin.
Abi bilang, karena abi sayang banget sama ummi, dan nggak pengen suatu hal yang buruk terjadi sama ummi, makanya abi melakukan itu semua.
Tapi buat ummi ? Kadang ummi rasakan bagai sebuah belenggu.
Tapi abi berjanji satu hal yang bikin ummi gembira, abi mau ajarin ummi nyetir mobil ( walaupun sampai sekarang abi blom sempat :D )
Kata abi, resiko mengendarai mobil lebih kecil daripada motor, so abi berpikir ga ada salahnya ummi bisa nyetir. Alhamdulillah....mudah-mudahan abi segera ada waktu buat ngajarin ummi nyetir. Masa iya sih, kalo ummi harus nganterin Abrar ke dokter trus abi ga bisa nganter ummi harus naek bajaj atau taksi seterusnya ? Enggak kan ??
Seringkali, ummi sampaikan ke abi, apa yang ummi rasakan, tapi beliau tetap teguh pendirian, hiks....
Yahh kami memang berbeda, dan disinilah kami bertemu, di suatu ikatan bernama pernikahan. Dan perbedaan itu tak akan pernah bisa kami hilangkan, sampai kapanpun.
Hanya cinta, pengertian, kesabaran, dan doa......yang dapat mengaburkannya.
Ummi juga harus gerak cepat, kalo udah keburu ujan, pasti repot ngantornya........
Waktu manasin mobil abi, ummi agak gondok juga, mobil sama motor nganggur di rumah, sementara ummi naik bajaj atau metromini.
Hmmmm, i wish i could......drive this car, pasti gak bingung klo mau ujan begini.
Jadi teringat abi nih.....kadang-kadang ummi mikir abi terlalu over protektive sama ummi. Kesana-kemari pasti harus dianterin, dan kalo abi berhalangan, pasti taksi satu satunya alternatif yang abi tawarkan. Bajaj ? NO ! Bis atau metromini ? NO ! Jalan kaki ? Ladalah, apalagi, NOOO !
Dulu sebelum nikah sama abi, ummi terbiasa kesana kemari sendiri, naik bis, bajaj, atau taksi.
Waktu masih di Pacitan, malah naik motor, Mbah Kung ngasih ijin untuk itu, malah beliau yang nganterin ummi bikin SIM.
Tapi sekarang, jangankan ke kantor, ke toko deket rumah mo beli minyak goreng aja ummi harus nunggu abi bisa nganterin.
Abi bilang, karena abi sayang banget sama ummi, dan nggak pengen suatu hal yang buruk terjadi sama ummi, makanya abi melakukan itu semua.
Tapi buat ummi ? Kadang ummi rasakan bagai sebuah belenggu.
Tapi abi berjanji satu hal yang bikin ummi gembira, abi mau ajarin ummi nyetir mobil ( walaupun sampai sekarang abi blom sempat :D )
Kata abi, resiko mengendarai mobil lebih kecil daripada motor, so abi berpikir ga ada salahnya ummi bisa nyetir. Alhamdulillah....mudah-mudahan abi segera ada waktu buat ngajarin ummi nyetir. Masa iya sih, kalo ummi harus nganterin Abrar ke dokter trus abi ga bisa nganter ummi harus naek bajaj atau taksi seterusnya ? Enggak kan ??
Seringkali, ummi sampaikan ke abi, apa yang ummi rasakan, tapi beliau tetap teguh pendirian, hiks....
Yahh kami memang berbeda, dan disinilah kami bertemu, di suatu ikatan bernama pernikahan. Dan perbedaan itu tak akan pernah bisa kami hilangkan, sampai kapanpun.
Hanya cinta, pengertian, kesabaran, dan doa......yang dapat mengaburkannya.
Thursday, March 17, 2005
Surabaya
Abie tugas ke Surabaya.
Berangkat hari Senin siang. Sebenernya sih tugasnya nyampe hari Kamis aja, tapi Abie mau sekalian nengokin Mbah Kung sama Mbah Ti di Magetan, jadinya Abie baru bisa pulang insya Allah hari Minggu.
Hari ini baru Rabu, baru 2 hari Abie pergi, tapi Abrar kelihatan banget klo udah kangen sama Abie. Kemaren siang, waktu maen dia suka bilang "Abi baya, abi baya, umi nto", ( baya --> surabaya, nto --> kantor ).
Malem, sebelum bobok, dia bolak balik bilang "abi baya" lagi. Setiap denger motor berhenti, dia teriak "Abiiiii!!". Trus waktu Mbah Ti nelpon, Abrar teriak "Mi, abi mpo !!!" ( mpo --> telpon ). Akhirnya ummi nelponin Abie, Abie ngomong lamaaa banget di telpon, Abrar dengerin sambil manthuk manthuk, setelah telpon ditutup Abrar minta mimik susu dan langsung tidur pulesssss.........whaaaaaa.......
Ternyata dia bener-bener kangen berat sama Abie......
Sabar ya, Sayang......4 hari lagi Abie pulang.
Bukan cuma Abrar yang kangen Abie, Ummi juga kok, hehehehe.
~To my beloved hubby, miss you always~
Berangkat hari Senin siang. Sebenernya sih tugasnya nyampe hari Kamis aja, tapi Abie mau sekalian nengokin Mbah Kung sama Mbah Ti di Magetan, jadinya Abie baru bisa pulang insya Allah hari Minggu.
Hari ini baru Rabu, baru 2 hari Abie pergi, tapi Abrar kelihatan banget klo udah kangen sama Abie. Kemaren siang, waktu maen dia suka bilang "Abi baya, abi baya, umi nto", ( baya --> surabaya, nto --> kantor ).
Malem, sebelum bobok, dia bolak balik bilang "abi baya" lagi. Setiap denger motor berhenti, dia teriak "Abiiiii!!". Trus waktu Mbah Ti nelpon, Abrar teriak "Mi, abi mpo !!!" ( mpo --> telpon ). Akhirnya ummi nelponin Abie, Abie ngomong lamaaa banget di telpon, Abrar dengerin sambil manthuk manthuk, setelah telpon ditutup Abrar minta mimik susu dan langsung tidur pulesssss.........whaaaaaa.......
Ternyata dia bener-bener kangen berat sama Abie......
Sabar ya, Sayang......4 hari lagi Abie pulang.
Bukan cuma Abrar yang kangen Abie, Ummi juga kok, hehehehe.
~To my beloved hubby, miss you always~
Hepy B-day Mbah Kung & Mbah Ti !
6 & 15 Maret 2005, milad Mbah Ti dan Mbah Kung yang ke 47 & 48.
Doa pada hari-hari itu spesial......bukan karena doanya, karena doa untuk mereka insya Allah selalu ummi panjatkan tiap hari, tapi doa hari ini ummi lantunkan begitu kusyuk dan syahdu
Hari hari itu seakan ummi diingatkan akan kenangan dan kehangatan cinta yang ummi rasakan saat berada bersama mereka.
Semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan, rahmat, kesehatan, panjang umur pada beliau berdua.
Semoga makin banyak amal ibadah yang dilakukan dan semoga Allah menerima.
Semoga Allah melapangkan rizki dan melimpahkan barokah atas rizki yang mereka terima.
Semoga Allah meluaskan hati mereka, dan memenuhi dengan kesabaran untuk menghadapi sekian banyak cobaan yang mereka hadapi, hari demi hari.
Semoga Allah semakin mencintai mereka, sebagai balasan atas segala cinta yang mereka curahkan untuk anak-anak dan cucu mereka, serta orang orang di sekeliling mereka.
Semoga Allah mencurahkan ketenangan, ketentraman, dan kebahagian pada kehidupan mereka, di dunia dan di akhirat.
Dan semoga Allah kelak mengaruniakan khusul khotimah dan menjauhkan mereka dari api neraka, serta merengkuh mereka dalam kenikmatan surga, amiiinnnn.
Duhh, banyak ya doanya, tapi bukankah Allah menyukai hamba-Nya yang banyak meminta ?
Selain doa, apalagi yang bisa dicurahkan untuk membalas sekian kebaikan tak terhingga yang senantiasa mengucur deras bahkan sampai detik ini ?
Lagipula hanya Sang Kuasa, yang mampu memberi kebahagiaan hakiki kepada mereka.
~Buat Bapak & Ibuk, yang selalu kurindu~
Doa pada hari-hari itu spesial......bukan karena doanya, karena doa untuk mereka insya Allah selalu ummi panjatkan tiap hari, tapi doa hari ini ummi lantunkan begitu kusyuk dan syahdu
Hari hari itu seakan ummi diingatkan akan kenangan dan kehangatan cinta yang ummi rasakan saat berada bersama mereka.
Semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan, rahmat, kesehatan, panjang umur pada beliau berdua.
Semoga makin banyak amal ibadah yang dilakukan dan semoga Allah menerima.
Semoga Allah melapangkan rizki dan melimpahkan barokah atas rizki yang mereka terima.
Semoga Allah meluaskan hati mereka, dan memenuhi dengan kesabaran untuk menghadapi sekian banyak cobaan yang mereka hadapi, hari demi hari.
Semoga Allah semakin mencintai mereka, sebagai balasan atas segala cinta yang mereka curahkan untuk anak-anak dan cucu mereka, serta orang orang di sekeliling mereka.
Semoga Allah mencurahkan ketenangan, ketentraman, dan kebahagian pada kehidupan mereka, di dunia dan di akhirat.
Dan semoga Allah kelak mengaruniakan khusul khotimah dan menjauhkan mereka dari api neraka, serta merengkuh mereka dalam kenikmatan surga, amiiinnnn.
Duhh, banyak ya doanya, tapi bukankah Allah menyukai hamba-Nya yang banyak meminta ?
Selain doa, apalagi yang bisa dicurahkan untuk membalas sekian kebaikan tak terhingga yang senantiasa mengucur deras bahkan sampai detik ini ?
Lagipula hanya Sang Kuasa, yang mampu memberi kebahagiaan hakiki kepada mereka.
~Buat Bapak & Ibuk, yang selalu kurindu~
Tuesday, March 01, 2005
Bude
Dede atau Bude, begitu orang serumah memanggilnya
Ia yang mengasuh Abrar selama ummi dan abie kerja, tapi kita semua nggak rela kalau ada yang menyebut Dede sebagai pembantu, bener-bener enggak rela.
Bude udah menjadi bagian keluarga, Bude bukan orang lain lagi, karena kita semua sadar keberadaan Bude di rumah sangat membantu ummi dan abie.
Bude yang merawat Abrar selama ummi nggak di rumah, nyuapin Abrar, mandiin Abrar, nidurin Abrar, ngajak Abrar main.
Bude juga yang ngerjain segala tetek bengek urusan rumah.
Coba bayangin klo ga ada Bude, berabe kan ?
Karena itu, kita semua selalu berusaha memperlakukan Bude sebaik-baiknya, sebagai salah satu anggota keluarga.
Makasih ya De, buat semuanya.......
Semoga Allah selalu melimpahkan kemudahan dan kesabaran buat Bude, semoga Allah selalu merahmati Bude dan keluarga.
Maafin juga ya De, kalau ada salah kata atau ucapan.....
Yakin De, semua itu tidak pernah kami sengaja.........
Ia yang mengasuh Abrar selama ummi dan abie kerja, tapi kita semua nggak rela kalau ada yang menyebut Dede sebagai pembantu, bener-bener enggak rela.
Bude udah menjadi bagian keluarga, Bude bukan orang lain lagi, karena kita semua sadar keberadaan Bude di rumah sangat membantu ummi dan abie.
Bude yang merawat Abrar selama ummi nggak di rumah, nyuapin Abrar, mandiin Abrar, nidurin Abrar, ngajak Abrar main.
Bude juga yang ngerjain segala tetek bengek urusan rumah.
Coba bayangin klo ga ada Bude, berabe kan ?
Karena itu, kita semua selalu berusaha memperlakukan Bude sebaik-baiknya, sebagai salah satu anggota keluarga.
Makasih ya De, buat semuanya.......
Semoga Allah selalu melimpahkan kemudahan dan kesabaran buat Bude, semoga Allah selalu merahmati Bude dan keluarga.
Maafin juga ya De, kalau ada salah kata atau ucapan.....
Yakin De, semua itu tidak pernah kami sengaja.........
Subscribe to:
Posts (Atom)