Thursday, December 08, 2005

Percobaan Penipuan

Hari ini, jam 11 siang abi ijin keluar kantor, mau nganterin oom Win ke Slipi, ada bursa kerja disana.
Baru sekitar 15 menit ninggalin kantor, hp ummi berdering, dari rumah, oom Win ternyata. Oom Win ngomongnya hati-hatiiiiii banget, katanya abi kecelakaan dan saat itu ada di Ruang UGD RSCM. Oom Win bilang, udah ada dokter yang menangani abi, ummi disuruh segera menghubungi dokter itu, oom Win menyebutkan sederet angka 68010839 dengan dr Mulyawan katanya. Ummi segera memberitahu Bu Uke ( teman sebelah ummi ) dan menghubungi nomor itu ( tanpa terpikir menghubungi hp abi lebih dulu ), dan segera tersambung dengan dr Mulyawan, dia bilang abi mengalami luka di kepala yang mengakibatkan pendarahan eksternal dan patah tulang di kaki kanannya. Dia juga mengatakan abi dalam kondisi tidak sadar tapi sudah ditangani dengan baik. Begitu Bu Uke berteriak kalo abi kecelakaan, seisi ruangan langsung heboh. Dr Mulyawan bilang, ada obat dan alat yang harus segera ditebus untuk dipasangkan pada kepala dan kaki abi ( melalui operasi ), dalam jangka waktu maksimal 10 menit katanya. Resepnya sudah dikirim ke apotik, tapi harus ada yang menebusnya lebih dahulu. Ummi lalu disuruh menghubungi apotik di nomor 92982347, dengan menyebutkan no resepnya, 202 katanya. Tanpa pikir panjang ( saking paniknya ), ummi langsung menelpon nomor itu, orang disana mengatakan hal-hal yang hampir sama dengan yang dikatakan dr Mulyawan, bahwa obat dan alat itu harus segera digunakan oleh abi dalam waktu tidak boleh lebih dari 20 menit, tapi satu hal yang bikin ummi sadar, ummi disuruh membayar dulu 21.800.000 rupiah !!!!
Ummi baru sadar kalo ini mustahil, ada beberapa hal yang bikin ummi curiga :
1. Mana mungkin seorang dokter / rumah sakit akan melakukan suatu tindakan oparasi kepada pasien di UGD tanpa persetujuan tertulis anggota keluarga ?
2. Sebelumnya dr Mulyawan mengatakan, apotiknya ada di lingkungan RSCM, tapi ternyata orang yang menerima telepon ummi mengatakan apotiknya berada di daerah lain yang sangat jauh dari RSCM.
3. Meminta transfer uang 21.800.000. Jumlah yang amat besar dan cara yang tidak lazim untuk menebus obat dan peralatan medis di apotik.
Orang yang mengaku petugas apotik itu terus mendesak ummi untuk melakukan transfer uang segera, ia terus menanyakan apa ummi punya dana yang cukup atau tidak. Ummi bilang, ummi akan hubungi dia beberapa saat lagi.
Setelah telepon ditutup, ummi minta tolong Pak Nol nelpon ke hp abi, saking gemeterannya ummi sampe nggak bisa mencet hp, hehe.
Alhamdulillah diangkat sama abi, ternyata abi lagi di jalan, belum sampe rumah, kondisi abi baik-baik aja, dan sama sekali tidak mengalami kecelakaan !!!
Alhamdulillah........ummi langsung nangis lega ( tadinya malah nggak bisa nangis lho :D )
Alhamdulillah, Allah menghindarkan ummi dan abi dari musibah.
Alhamdulillah, Allah menyadarkan ummi sebelum ummi benar-benar mengikuti kemauan para penipu itu.
Dan alhamdulillah, ummi semakin menyadari betapa berartinya abi bagi ummi :)

Saking senengnya, ummi sampe lupa ngasih kabar ke orang-orang di rumah, mereka pasti masih heboh.
Ternyata bener, oom Win udah naek ojek ke RSCM, hehe, untung baru nyampe jalan Tambak.

Hehe, ini pelajaran buat kita semua ya.
Jangan gampang panik menghadapi suatu musibah, pikiran harus bener-bener jernih, nggak boleh grusa-grusu dalam bertindak.
Semoga Allah menghindarkan kita dari penipuan-penipuan semacam ini.