Friday, September 04, 2009

say no, if you don't want to

mampu bersikap dan bertindak asertif
itu salah satu target utama kami dalam mendidik abrar bbrp bulan terakhir ini
karena ternyata, kekurangmampuan abrar bersikap asertif jadi masalah akhir-akhir ini
seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, abrar masuk trial SD dengan 9 orang temannya, total jendral 1 kelas ada 10 murid dgn 2 guru
alhamdulillah, kurikulum dan pola pembelajaran sangat bagus menurut kami, juga perhatian dari guru-gurunya ke masing-masing anak yang lebih optimal dibanding waktu tk b, salah satunya karena faktor jumlah murid ya, 1 : 5, a perfect ratio !

sejak hari pertama masuk sekolah lagi, abrar makin mandiri, semangat sekolah, rajin belajar, rajin sholat dan ngaji, subhanallah...
bahkan pernah suatu malem, saya shock mendengar abrar bilang, "aduh, kenapa besok pagi masih lama ya ? aku udah pengen sekolah, ketemu temen-temenku !!", subhanallah...ga pernah sekalipun saya denger kata-kata itu saat dia masih di tk a - tk b
persoalan mulai tampak sebulan terakhir...abrar manyun setiap kali mau sekolah
mendadak pusing atau lemes, lalu harus saya anterin sampe tangga kelas, bahkan sampe ketemu bu shinta/pak yudi, guru kelasnya
padahal biasanya cuma sampe gerbang depan
setiap kali ditanya, jawabnya cuma, "aku ga mau ketemu aldi", salah satu temen sekelasnya
kenapa nak ? "aku capek diajak maen terus sama dia, aku mau maen sama yang lain"
memang sudah lama kami menyadari, salah satu kekurangan abrar adalah, dia belum mampu bersikap asertif, say no untuk sesuatu yang dia tidak suka
akhirnya saya sampaikan ke guru kelasnya, mohon perhatian lebih untuk satu hal itu, sementara di rumah, saat bermain dengan teman-teman atau sepupunya, kami juga terus mendorong dia untuk bersikap asertif
alhamdulillah guru2nya sangat membantu, abrar terus dibimbing untuk itu
bahkan pagi ini, saya dapet info berharga, dari bu shinta...kenapa ketidakberdayaan abrar untuk bersikap asertif sangat menganggunya
ternyata di kelas, ada bbrp teman yang sangat tergantung pada abrar dan sering minta bantuan pada abrar
misalnya, ketika tugas abrar udah selesai, teman-temannya minta dibantu menyelesaikan tugas mereka, bahkan kadang sampai berebut
atau, setiap pagi satu atau dua orang anak, minta dibacakan buku cerita...disaat yang sama, ada satu anak yang mengajak bermain
bahkan bapak ibu gurunya, sering meminta tolong pada abrar untuk membantu temannya
dan abrar yang tidak bisa bersikap asertif, jadi terombang-ambing
membantu satu teman, lalu lari membantu teman yang lain, teman yang belum selesai tapi sudah ditinggal lalu marah dan protes....poor abrar... :(
alhamdulillah bu shinta terus mengarahkan abrar, salah satunya dalam bentuk kesepakatan dan tanggung jawab, dgn teman-temannya, misalnya...saat daffa minta dibacakan buku cerita, abrar harus membuat kesepakatan, berapa halaman yang daffa mau ? 1 atau 2 ? kalau 2 halaman, maka abrar hanya akan membacakan 2 halaman, dan stop untuk halaman selanjutnya
kalau daffa mau lagi, harus dilanjutkan besok pagi
abrar harus menyelesaikan membaca 2 halaman untuk abrar, sebagai bentuk tanggungjawabnya thd daffa, dan daffa tidak boleh menuntut lebih karena harus menepati kesepakatan
baru setelah itu, abrar bisa membantu atau bermain dengan teman yang lain
dan teman lain yang mau ajak abrar main pun, tidak boleh mengganggu saat abrar membacakan buku cerita, sampai selesai 2 halaman
selain itu abrar juga terus dibimbing untuk mengatakan tidak, bila tidak mau mengikuti permintaan teman-temannya, bahkan permintaan bapak atau ibu gurunya untuk menolong temannya...

alhamdulillah, solusi yang bagus menurut saya, tinggal harus konsisten, antara di rumah dan di sekolah
terimakasih banyak bu shinta & pak yudi... :)

mudah-mudahan abrar makin hari makin bisa bersikap asertif, amin
serem juga membayangkan, seorang anak yang tidak bisa bilang tidak pada permintaan temannya, apalagi di usia remaja saat dia sudah lebih banyak bergaul, banyak ancaman mengintai...narkoba, pergaulan bebas, naudzubilllah...

jadi, sekarang bukan jamannya mengajari anak untuk selalu menuruti apa kata orang lain...
nak...say no, if you really don't want to... :)

1 comment:

Pinkina said...

hehee..termasuk ntar kl dah gede dah kerja, hrs berani bilang tidak ama bos yg semena2 hahahahaaah