Pernah enggak sih, saat Anda berkendara, dengan kecepatan tinggi di sebuah tikungan, tiba-tiba ada seorang pejalan kaki menyeberang ? Anda kaget, ia pun kaget, alhamdulillah kecelakaan fatal dapat terelakkan.
Kejadian selanjutnya, sang pejalan kaki marah-marah, mengumpat, mengeluarkan kata-kata kasar, bahkan mungkin juga hendak memungut sebuah batu di pinggir jalan untuk menimpuk kendaraan Anda.
Who is the wrong person in this case ?
Sang pejalan kakikah ?
Atau Anda ?
Bukankah ia seharusnya tidak diperkenankan untuk menyeberang disana, dan bukankah Anda sudah berada pada jalur yang benar ?
Lalu kenapa dia yang harus marah-marah ?
Karena dia merasa akan menjadi korban ?
Tidak bisakah ia melihat secara objektif bahwa dia yang salah, lalu minta maaf pada Anda ?
Atau tidak perlu mencari siapa yang bersalah, cukup tersenyum dan saling mengucapkan maaf ? What a wonderful world !
Terlalu banyak orang bersikap seperti itu di sekeliling kita, bahkan mungkin juga saya atau Anda. Ibarat pepatah "Semut di seberang lautan nampak, gajah di pelupuk mata tak nampak"
Saat orang lain memperlakukan kita dengan tidak adil ( menurut kita ), apakah tepat untuk segera memvonis bahwa dia bersalah ?Tidakkah lebih tepat berbaik sangka dan lebih jauh lagi mengintrospeksi diri, lebih baikkah saya dari dia ?
Introspeksi diri kata yang mudah, dan sepertinya mudah dilakukan, semudah apakah ?Dan saya yakin banyak sekali jenis manusia yang tidak mau melakukan introspeksi diri di dunia ini ( INGAT ! Diantaranya bisa jadi adalah SAYA dan ANDA )
Maka marilah kita memacu diri kita untuk selalu melakukannya, bukan hanya disaat melihat orang lain berperilaku buruk, namun juga disaat kita melihat orang lain berperilaku mulia, apakah saya pun telah berbuat sebaik ia ? Namun, introspeksi bukan tahap terakhir, mengubah perilaku kita menajdi lebih baik menjadi rangkaian proses yang harus dilalui.
Itulah sulitnya, kadangkala seseorang menemukan titik kelemahannya melalui introspeksi, tapi sangat sulit untuk mengatasi kelemahan itu. Dan saya seringkali mengalami yang seperti itu :D
Susah ya....tapi mari kita mencoba......., karena Allah menilai kita dari proses yang kita lakukan bukan pada hasil akhir, karena itu adalah hak-Nya, untuk menentukan. :)
No comments:
Post a Comment