Wednesday, May 04, 2005

A Need of Books

Sejak awal memperkenalkan buku pada Abrar, tujuan ummi hanya agar Abrar suka buku dan punya ketergantungan terhadap buku. Bisa membaca pada usia dini bukan harapan ummi, toh suatu saat Abrar pasti akan bisa kalau udah waktunya, dan kalau seorang anak udah punya "bonding" sama buku, membaca insya Allah bukan hal yang sulit nantinya.
Ummi jadi inget waktu ummi antusias mengenalkan kata-kata pada Abrar lewat flashcards. Abi protes, enggak setuju, terlalu memaksa Abrar katanya. Dan sepertinya memang benar, Abrar bukan tipe anak yang mau duduk manis, walaupun hanya 5 menit. Mungkin pendapat orang tua lain akan berbeda, ummi menghargai keinginan abi dan beranggapan alasannya wajar. Toh dengan membacakan buku saja insya Allah stimulasi yang Abrar dapet sudah mencukupi.

Umur Abrar sekarang 21 bulan, udah besar ya. Dan kebutuhan Abrar akan buku mulai tampak. Saat-saat tententu ummi pernah kecewa, kadang Abrar seperti enggak merhatiin kalo ummi bacain buku, dan ummi tidak memaksa. Akhirnya waktu sebelum tidur menjadi "prime time" untuk baca buku meskipun ummi usahakan tetap membacakannya buku di saat lain. Saat itu Abrar udah rileks, perhatiannya nggak terpecah kemana-mana, hanya ada Abrar dan ummi ( tentu saja ada pasukan pengantar tidurnya juga, hehehe ).

Pernah suatu ketika ummi pura-pura enggak akan bacain dia buku, ternyata dia langsung bilang, "ummi, ambil buku"...subhanallah, akhirnya dia merasa buku itu sebuah kebutuhan.

Akhir-akhir ini ummi merasa ada yang salah dengan program membaca ummi dan Abrar. Pertama, waktu membaca berdua dengan Abrar tidak sebanyak dulu, mungkin karena kesibukan kuliah ummi, dan mobilitas Abrar yang makin banyak. Susah meminta Abrar duduk sebentar untuk membaca, kecuali dia menginginkannya sendiri. Kedua, ummi dan abi jarang memberi teladan bahwa ummi dan abi pun suka buku. Ini dia yang susah, hehe, lagi-lagi sepertinya waktu kendalanya. Seringnya pun, ummi baca buku atau majalah kalau Abrar udah tidur, gimana dia bisa lihat ya, hehehe.

Lagi-lagi, kita para orangtua muda yang belum berpengalaman, hehe, seringkali mencanangkan program yang sebenarnya bagus atau mungkin terlalu whuaaahhh, tapi tidak optimal menerapkannya. Kadang-kadang kita ingin memberikan anak kita yang "ter" segalanya, terbaik, teroptimal, namun saat tiba waktu untuk mempraktekkannya, hanya sisa tenaga yang kita gunakan, begitupun saat kita beribadah pada-Nya.

No comments: