Belakangan Abrar suka diajari menjawab hal-hal yang seringkali ditanyain sama orang lain, misalnya namanya siapa, siapa nama abinya, siapa nama umminya, umurnya berapa, abi kerja dimana, bla bla
Efek dari pertanyaan-pertanyaan itu, Abrar jadi gemar menyebut "abi" dengan "abi ugik" dan "ummi" dengan "ummi ninid"
Kata-kata ummi dan abi udah nggak pernah lagi disebut tanpa embel-embel ugik dan ninid, hahaha lucu sekali.
Dikit-dikit, Abrar mengatakan "ummi ninid" dan "abi ugik", misalnya "mana ummi ninid tadi" atau "abi ugik pegi ke kantoy" atau "abi ugik baca koyan" atau "mau gendong ummi ninid"
Waduh, jadi seolah-olah ummi sama abinya Abrar itu buanyaaakkk banget, sampe harus dipanggil plus namanya, hehehe