Monday, August 29, 2005

Asthma

3 minggu lalu Abrar batuk pilek, seperti biasa ummi nggak berniat bawa Abrar ke dokter, biasanya kan flu sembuh sendiri.
3 hari kemudian, batuk pileknya berkurang, tapi nafas Abrar mulai berbunyi, saat malam tiba bunyinya makin jelas dan frekuensi bernafas Abrar jadi lebih sering, akhirnya Abrar pun dibawa ke rumah sakit.
Dokter bilang, ada kemungkinan Abrar menderita asma ( apalagi setelah dokter tau ummi dan mbah kung juga mengidap asma ), tapi diagnosa asma tidak bisa ditegakkan begitu saja pada anak seusia Abrar, harus dilakukan observasi lebih lanjut.
Alhamdulillah, setelah 2 malam Abrar sesak nafas, hari berikutnya Abrar mulai membaik, batuk pileknya pun mulai sembuh.
Tapi minggu kemaren Abrar mulai batuk pilek lagi, awalnya ummi pikir hanya batuk pilek ringan, apalagi batuknya batuk kering tanpa dahak, tapi hari ke 3 Abrar sesak nafas lagi, ummi pun membawa Abrar ke dokter lagi.
Dokter meminta Abrar diterapi inhalasi, alhamdulillah sesak nafasnya jauh berkurang, meski belum bisa dikatakan sembuh benar.
Jadinya, sekarang ummi yang bingung, seperti apa sih treatment yang benar bagi anak yang terindikasi menderita asma ?
Ummi memang menderita asma, tapi ummi bisa mengendalikan diri agar tidak terlalu capek dan stress yang bisa memicu asma kambuh.
Dan ummi sudah biasa pake inhaler yang diresepkan dokter tiap kali asma ummi kambuh.
Lalu bagaimana dengan Abrar ?
Apa ya bisa anak sekecil Abrar diberi kesadaran agak tidak terlalu capek bermain ?
Sebagai orang tua, apa yang bisa ummi lakukan agar gejala asma Abrar tak akan menjelma menjadi asma yg sesungguhnya ?
Atau kalaupun benar Abrar menderita asma agar frekuensi kambuhnya bisa diminimalkan sejarang mungkin ?
Mohon bantuannya, bagi yang mengetahui treatment bagi anak asma, plese let me know.....tks.