abrarku yang penurut sudah kembali lagi...alhamdulillah
kembali darimana ? bukan dari suatu tempat
tapi dari suatu sikap yang sangat membingungkan kami akhir-akhir ini
sejak hari pertama aku mulai ngantor di solo, abrar berubah
dia jadi sangat keras kepala, mengamuk untuk setiap permintaannya yang tidak bisa kami penuhi, sangat manja, perajuk, cengeng, sangat mudah marah hanya karena hal-hal sepele, sering berteriak-teriak, dan ringan tangan !!!
tak segan-segan dia memukul siapapun yang membuatnya marah
dan hampir setiap pagi, dia menangis meraung-raung saat kami akan berangkat ke kantor
semua orang mengeluhkan sikapnya
aku, meski sering jengkel dengan ulahnya, berusaha memaklumi
aku tahu, semua itu adalah bentuk protesnya atas satu permintaannya yang belum bisa kukabulkan, memintaku berhenti bekerja... :(
tak henti-henti aku meyakinkan abrar, dengan bahasa sesederhana mungkin, bahwa umminya harus tetap bekerja, untuk membantu abi mencari uang
aku berusaha tegar, menganggap semua perbuatan abrar itu normal dan wajar, tapi tetep aja aku sering meninggalkan rumah dengan berderai air mata
akhirnya tiba hari itu, sabtu pagi..
aku membuat cake pisang untuk abi, begitu cake matang, aku dinginkan diatas meja
tanpa sepengetahuanku, abrar menghancurkan kue itu dengan sebuah sendok, sampai tak berbentuk lagi
aku kecewa dan marah atas ulahnya
aku dudukkan abrar di kursi, seperti setiap kali dia melakukan kesalahan
tapi aku membiarkan dia disana lebih lama dari biasanya
sampai akhirnya dia menangis dan minta maaf, abrar tahu aku sangat marah
sejak itu, sikap abrar mulai membaik
dia tak lagi berteriak-teriak hanya untuk dibuatkan susu, dia akan meminta dengan sopan "tolong bikinin susu ya de" dan tak lupa berterimakasih bila susu itu sudah di tangannya
dia tak lagi sering marah untuk setiap permintaan yg tak terpenuhi (meski kadang masih menangis, tapi itu wajar kan?)
dia sering memeluk dan menciumku, tidak seperti sebelumnya, berteriak marah bila aku ingin memeluk dan menciumnya
dia lebih ceria
dia tak lagi marah bila ditinggal ke kantor
alhamdulillah
terimakasih ya nak...kamu mau menerima dan berusaha mengerti keadaan ummi
selalu ingatlah, meski ummi tak bisa menemanimu sepanjang hari, tapi ummi saaangggat sayang padamu.. :)
2 comments:
wah.. alhamdulillah..
ikut seneng denger cerita abrar :)
wah aku ndak iso mbayangno sampean nesu, tak bisa aku... hihihih...
Post a Comment