hari itu, ada urusan yg harus bapak selesaikan
meskipun bapak bersikeras bisa mengurusnya sendiri (karena Febri harus her-registrasi di kampusnya, dan ibuk nggak bisa cuti) aku bersikeras(juga) ambil cuti untuk menemani beliau
jam setengah enam pagi kami berangkat, hanya berdua..
di mobil, sambil nyetir, bapak cerita banyak hal, terbanyak dalam beberapa tahun terakhir, mungkin sejak aku menikah
banyak hal yang beliau ungkapkan; harapan, kekecewaan, kebanggaan, dan aku baru tau ada beberapa sisi yang tidak aku tahu selama ini
ternyata, urusan itu sangat melelahkan, berjam-jam menunggu di bank, bolak balik dari satu tempat ke tempat lain, mengisi berbagai form...
dan menyelesaikannya seorang diri, pasti akan sangat menjemukan
apalagi ternyata, kacamata bapak ketinggalan di rumah..
dengan mata plus 2,5 bapak agak kesulitan membaca form-form yang harus beliau isi, bahkan hanya untuk membaca sms sekalipun
dan aku dengan senang hati mengisikan untuknya
setelah selesai semua, bapak mengajak aku ke rumah makan langganannya, kami makan siang berdua
aku bersyukur, hari itu aku memutuskan menemaninya
bahkan di hari-hari selanjutnya, bila beliau dan ibuk membutuhkannya, aku akan meluangkan waktuku
sekian banyak yang telah mereka curahkan, tak sebanding dengan beberapa hari yang kuberikan
aku selalu berdoa, semoga Allah memberiku lebih banyak kesempatan untuk berbakti pada mereka dan membuat mereka bahagia
No comments:
Post a Comment