Friday, June 24, 2005

bila Abrar bercerita

Abrar semakin lama semakin pintar dan lucu, tentu saja tho ya Abrar kan makin besar.....
Kosakatanya semakin banyak dan membuat dia jadi sosok anak yang gemar bercerita, kata lain yang lebih indah untuk menggambarkan kecerewetannya :D

Saat membuka sebuah halaman buku yang menggambarkan sekelompok anak sedang bermain, ia akan langsung berkisah dengan ceria, "ini mbak dea, ini mbak dipa, ini mas koki, ini abow....eh ada kucin juga, bawa baying baying, baling baling utey utey....ada anjin, anjin nggak bawa baying baying" ( ini mbak dea, ini mbak diva, ini mas rofi, ini abrar....eh ada kucing juga, bawa baling baling, baling baling muter muter....ada anjing, anjing enggak bawa baling baling )

Atau ketika pulang jalan jalan naek motor sama abi, dia pun akan bercerita " tung tung tung, tuyun, keta lewat, tut tut tut, tyus tung tung tung naek lagiiiiiiiii " ( tung tung tung turun, kereta lewat, tut tut tut, trus tung tung tung naek lagi, yang dimaksud tung tung tung sama Abrar itu adalah palang pintu di persimpangan jalan dan rel kereta api )

Sebelum bobok tadi malam pun, Abrar cerita tentang mas rofi yang biasa dia panggil mas koki, "tadi maen cama mas koki, maen kupo, maen peda, mas koki njem peda gituuuu" (tadi maen sama mas rofi, main pukul/palu ( susah banget dibenerin jadi pukul ), maen sepeda, mas rofi pinjem sepeda gitu )

Lalu setelah mendengar rentetan cerita Abrar, ummi dan abi pun tertawa terbahak bahak, raut wajahnya yang lucu membuat semua semakin geli. Ada saatnya Abrar pun menunggu komentar ummi tentang apa yang Abrar ceritakan, dan ummi pun tak dapat berkata kata, hanya tepuk tangan yang ummi hadiahkan.......

~Teruslah bercerita Nak, kapanpun ummi akan selalu bangga mendengarkan, bahkan hingga kau besar nanti. Dan betapa bangganya hati ummi nanti, bila kau menjadikan ummi orang yang pertama kali mendengerkan semua hal yang kelak akan kau alami. ~