"Mengapa baling-baling berputar ? " adalah salah satu judul di sebuah buku Abrar tentang cara kerja benda-benda yang sering ditemui di keseharian anak-anak.
Sebenernya enggak terlalu istimewa ya, bagi kita, orang dewasa.
Tapi bagi Abrar, judul itu bagaikan mantra ajaib yang mampu membiusnya.
Abrar memang sering menjumpai dan sering bermain dengan baling-baling.
Entah baling-baling kertas yang dibeli dari tukang jualan mainan keliling seharga 1000 rupiah, atau baling-baling kayu yang berjajar rapi di pinggir lapangan yang selalu berputar kencang saat Abrar melihatnya di sore hari, sampai kincir angin dengan kerlap kerlip lampu yang selalu ditemui di tiap gedung Holland Bakery, hehehe.
Pertama kali ummi membacakan buku itu, "Mengapa baling-baling berputar.........? " Abrar langsung surprised, dengan penuh perhatian ia menyimak kata demi kata yang ummi bacakan, dia minta dijelaskan dengan detail tentang seluruh gambar yang ada di halaman itu, dan setiap selesai dibacakan pada titik terakhir, dia akan mengatakan, "lagi ummi"
Bisa jadi saat itu dia mulai memahami, bagaimana sebuah baling-baling bisa berputar kencang, tanpa bisa melihat siapa dan apa yang memutarnya.....sungguh ajaib, mungkin begitu pikirnya.
Begitu banyak hal yang ingin dia pelajari dan masih begitu luas ruang memori yang bisa ia gunakan untuk menampung semua informasi yang dia terima......
Baginya, dunia ini penuh dengan keajaiban yang sangat menakjubkan, yang menunggu untuk di"takhluk"kan.....
~Maafkan ummi malam ini ya Nak, ummi terlalu lelah untuk membacakan "Mengapa baling-baling berputar?" walaupun hanya sekali lagi. Sampai akhirnya ummi harus mengatakan, "baling-baling bambunya sudah tidak bisa berputar Sayang, karena angin sudah terlalu lelah memutar seluruh baling-baling di dunia ini, hari sudah malam, dan angin ingin beristirahat sebentar........."~
No comments:
Post a Comment