Friday, June 17, 2005

"nanti bica pecah, jangan naek gituuuu"

Abrar sekarang seneng menirukan perkataan orang orang di sekitarnya.
Saat ada yang bilang "mbak" saat manggil ummi, dia akan manggil ummi dengan sebutan mbak pula.
Kalau dilarang melakukan sesuatu, misalnya, "jangan sayang" dia pun akan menirukan "jangan cayang...."
Bahkan sekarang Abrar mulai mengembel-embeli setiap perkataannya dengan kata "gitu" dan "amat", misalnya "kotoy amatt" ( kotor amat ) atau "abi makan kacang gitu"
Abrar pun mulai memperlihatkan emosi yang nyata, saat dia kecewa, sedih, takut, dan senang.
Tak jarang dia mulai bisa mengungkapkan dengan kata-kata, "abow kaget..." ( Abrar kaget ), atau "abow mau nais" ( Abrar mau nangis )
Yang lucu lagi, di saat ummi atau abi berusaha bersikap tegas untuk melarang Abrar melakukan sesuatu, justru ummi dan abi jadi tertawa terbahak bahak karena reaksi Abrar sangat diluar dugaan.
Suatu malam, pernah Abrar berusaha naik ke atas meja makan setelah memanjat kursi, ummi lalu melarangnya..."jangan sayang, nanti kacanya bisa pecah...." ehhh Abrar dengan santai turun dari meja sambil bilang "nanti bica pecah, jangan naek gituuuu", hahahaha