Kasus polio belum lagi usai, hari ini ummi baca berita lagi tentang meluasnya penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi, yaitu rubella atau campak jerman : http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=200017&kat_id=13 . Banyak orang tua yang belum menyadari pentingnya imunisasi bagi anak mereka. Ada yang sekedar menggugurkan kewajiban, setelah imunisasi yang diwajibkan selama setahun pertama usia anak selesai dilakukan, mereka tak lagi care dengan urusan imunisasi. Ada yang berpendapat, tak perlu imunisasi yang penting asupan gizi yang cukup. Ada juga yang bilang, buat apa sih imunisasi, jaman dulu enggak ada imunisasi, manusia juga bisa survive kok.
Ummi dulu juga termasuk yang enggak begitu care sama kata imunisasi, yang penting yang wajib-wajib udah, ya udah ( padahal DSA nya Abrar pernah bilang, imunisasi itu pada dasarnya enggak ada yang wajib, mau enggak diimunisasi juga enggak apa apa, tapi seyogyanya orang tua tau apa pentingnya imunisasi bagi anak mereka ). Bahkan imunisasi MMR yang harusnya diberikan saat Abrar umur 15 bulan pun terlambat, gara-gara kekurangpahaman ummi tentang pentingnya imunisasi. Ummi bersyukur, keterlambatan imunisasi MMR itu "hanya" 3 bulan ( daripada tidak sama sekali hayoooo ), saat ini pun ummi harus mengejar beberapa jadwal booster yang tertinggal.
Soal MMR, bukan berarti ummi tidak tau apa bahaya penyakit rubella, gondongan, dan campak. Juga bukan karena ummi tidak percaya akan manfaat vaksin MMR untuk mencegah ketiga penyakit itu. Tapi karena ummi terpengaruh isu MMR menyebabkan autisme !!!!!!!! Sampai akhirnya mata dan pikiran ummi terbuka lebar tentang kesalahpahaman yang hampir saja membuat ummi mengorbankan kesehatan Abrar. Bukan satu dua hari ummi berkutat dengan artikel seputar MMR dan autis, tapi hampir 2 minggu. Saat itu ummi ingin keputusan membawa Abrar ke DSA untuk imunisasi MMR bukan karena "ikut-ikutan", "tuntutan teman", atau "pemenuhan kewajiban semata". Tapi ummi ingin ummi benar benar paham tentang keputusan yang ummi ambil.
Orang lain mungkin bilang "gitu amat seh", tapi ummi puas, ummi tidak menjadikan Abrar objek coba-coba, tapi dengan tahu pasti manfaatnya ummi akan memberikannya pada Abrar dengan penuh cinta.
Mulai saat ini, jika ada kabar miring tentang imunisasi, ummi akan menanggapinya dengan jawaban ini : sebuah vaksin tidak akan dipasarkan tanpa melalui serangkaian ujicoba yang ketat, dan kalaupun ada efek sampingnya, pasti hanya sangat kecil dibandingkan dengan betapa besar manfaat yang ditimbulkannya.
Beberapa saat yang lalu ummi pernah menulis di blog ini ttg kesedihan dan keraguan ummi terhadap vaksin setelah membaca sebuah buku yang menguraikan hal hal buruk tentang vaksin, saat ini kesedihan dan keraguan itu telah berlalu, justru rasa syukur yang amat besar pada Allah swt dan terimakasih kepada mereka yang menemukan vaksin, karena dengan adanya vaksin saat ini kita bisa menunjukkan pada anak anak kita, how we really love them........tak heran kalau dr Purnamawati bilang VACCINATION is an act of LOVE..........
Itu hanya sekedar cerita, ummi hanya ingin menyampaikan pada para orangtua. Apabila Anda menerima informasi negatif yang berkaitan dengan imunisasi, dsb, telaahlah dengan bijak. Carilah informasi penunjang dari berbagai sumber yang bisa dipercaya. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban karenanya......
~to all the children in the world~
No comments:
Post a Comment